[Catatan Ramadhan 1437H] Intro

Uwais al Qarni begitu sangat inginnya pergi ke Madinah dan bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tapi, kondisi ibunya tak memungkinkan untuk ditinggal sendirian. Keinginan itu pun tertangguhkan. Satu kesempatan datang tapi sang kekasih tak dapat ia jumpai. Ia pun pulang, tak mau terlalu lama meninggalkan ibunya sendirian. Allah pun memberinya keutaamaan. Setiap pinta yang ia ucapkan padaNya akan dikabulkanNya dan Rasulullah pun menjuluki beliau sebagai seorang Penghuni Langit.

Mereka tidak akan pernah mengekangmu. Kemanapun kau meminta izin pada mereka, meski terkadang jawaban yang muncul lama, tapi pada akhirnya mereka akan berkata,
“Ya, pergilah. Terbanglah sesukamu, Nak.”
Dengan disertai beberapa nasihat.

Tapi, selalu ada saat ketika kau sudah mem-packing amunisimu. Rapi. Lalu kau bongkar lagi. Menunggu waktu yang tepat hingga keadaan bisa dinyatakan baik-baik saja dan bisa dengan tenang ditinggalkan.
Ada saat ketika kau ‘tertipu’ dengan kondisi mereka. Menyangka mereka baik-baik saja. Sampai Allah siapkan satu kondisi dimana langkahmu tertahan dan kau bisa melihat, mereka tidak sedang baik-baik saja.
Ada saat ketika kau bisa melihat dengan jelas bahwa mereka tidak sedang baik-baik saja tapi memaksakan diri untuk tetap baik-baik saja demi agar langkahmu tak tertahan.
“Gak papa. Pergi sana..”
Selalu itu yang keluar dari mulut mereka. Kenyataan, entahlah. Hanya terkadang, kau bisa melihat ekspresi kelegaan ketika Dia mendorong hatimu untuk menunda langkahmu sebentar. Membongkar amunisi dan rencana yang sudah tersusun rapi dan terkadang sampai membatalkan sebuah janji.

Rasulullah ketika ditanya pun menjawab,
“Jagalah Ibumu”
Meski yang bertanya sangat inginnya berjihad di medan perang bersama beliau.

“Setiap kaca yang dibersihkan, setiap lantai yang di pel, semuanya bertasbih. Dan siapa yang tahu tasbih-tasbih mereka membuat kita mendapat kemudahan untuk apa yang sedang kita usahakan.” sebuah nasihat dari kajian terakhir yang berhasil didatangi…

“Help you mother in the kitchen to prepare for Iftar and Suhoor. And, you’ll be earning a lot of rewards, In shaa Allah..” from someone in somewhere

Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro
Love you Mom..
And, may Allah always love you…

Delay or cancel??
Saa….wakaranai,
Let Allah choose the best way…
And, may He grant barakah in our time..

Ramadhan day 2
Merindukan ramadhan di Yogya??
Sangat…

Advertisements

12 comments on “[Catatan Ramadhan 1437H] Intro

  1. baca cerita ini inget seoarang akhwat magelang yang tiap ramadhan selalu packing dan 10 hari full ke jogja.

    heu.. tahun ini titin mudik h-7. sangat awal. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s