[Catatan Ramadhan 1437H] The True Freedom

Seekor burung berbulu hitam berparuh panjang bertengger manis di dalam kurungan di bawah lantai tempat jemuran. Aku bertanya pada ibu,
“Burung apa ini Bu?”
“Jalak hitam kata bapak. Nemu di kebun pas bersih-bersih tadi pagi. Jatuh di tanah tak kuat terbang.”
kata beliau
Aku masih menatapnya, burung jalak hitam di dalam kurungan. Lalu mulai bertanya pada diri,
“Selama ini, bagaimana kau memaknai arti kebebasan?”

Seperti Ibnu Taimiyah kah??
Yang masih bisa menikmati keindahan taman surga dalam hatinya meski raganya terpenjara.
Atau seperti manusia-manusia yang tertawan hatinya??
Yang meronta ketika kebenaran menyelisihi keinginan. Yang menganggap kewajiban sebagai suatu ikatan pengekang.

Sang akal sudah tuntas menyelesaikan tugasnya. Ia sudah berikan jawabannya. Tinggal menunggu sang hati yang terus berjuang melawan kuatnya hawa nafsu dunia. Pertarungan akbar sepanjang berputarnya waktu. Pertarungan yang hanya bisa dimenangkan oleh panglima hati yang tersibghah cahayaNya yang berkilauan…

“Nuurun ‘alaa nuur. Allah memberi petunjuk kepada cahayNya bagi orang yang Dia kehendaki..”

Because the true chain is not the truth..
Like what Yasmin Mogahed ever said,
“The truth shall set you free. But first it will crush and shatter your heart..”

Ramadhan day 9
In the middle of the rain..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s