[Qawaid Qur’aniyah] Kaidah 9a

“..dan tidaklah laki-laki itu seperti perempuan..” Ali Imran: 36

Ali Imran ayat 36 menjadi kaidah ke-9 dalam kitab Qawaid Qur’aniyah. Ayat ini secara khusus menempa perempuan untuk melihat sejauh mana perempuan bisa tsiqqah (percaya) kepada keputusan Allah Ta’ala.

Kesalahan kita sebagai manusia adalah terkadang kita membuat sesuatu yang seharusnya bukan masalah menjadi masalah dan yang sebenarnya masalah dianggap bukan masalah.
Didiamkan temen, masalah kah?? bukankah dengan begitu kita bisa mempunyai lebih banyak waktu dengan Allah..
Ujian tidak lulus, masalah kah?? bukankah dengan begitu kita bisa menggali ilmu lebih dalam lagi..
Ketahuilah bahwa, salah satu masalah kita yang sesungguhnya adalah belum bisanya kita untuk sepenuhnya tsiqqah pada Allah.

Hidup adalah keputusan Allah. Karena hidup adalah keputusan Allah, maka yang harus kita lakukan adalah menjalani hidup ini dengan berbuat sesuai dengan keputusan Allah. Keputusan Allah ini terbagi menjadi dua:

*Pertama, Qadarullah (qadar/takdir Allah)
Kita terlahir sebagai seorang laki-laki/perempuan, kita terlahir sebagai bangsa Indonesia, adalah sebagian contoh dari qadar Allah. Sikap kita dalam menghadapi keputusan Allah tersebut adalah dengan merujuk pada Al Baqarah ayat 216,

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Untuk masalah qadar, selalu kembalikan kepada Allah dengan terus berprasangka baik kepada Allah bahwa apapun qadar kita, itu adalah yang terbaik untuk kita.

*Kedua, Al Hukmu (hukum)
Allah sudah memutuskan hukum untuk kita hingga kita harus menjalani hidup ini dengan berbuat sesuai hukum Allah. Dan, salah satu ayat yang membahas tentang hukum Allah ada pada surah Ali Imran ayat ke 36.

“..dan tidaklah laki-laki itu seperti perempuan..”

Allah menunggu sejauh mana kita percaya bahwa apapun keputusan Allah baik qadar atau hukumnya adalah yang terbaik untuk kita.

“Apapun takdir yang Allah berikan pada saya akan saya terima tanpa mengeluh dan saya tak akan protes pada apapun hukum yang Allah tetapkan. Sami’na wa atho’na. kami dengar dan kami patuh.”

Adalah bukti tsiqqahnya kita pada keputusan-keputusanNya..

Nah sekarang, mari kita lihat pesan yang terkandung dalam hukum Allah dalam surah Ali Imran ayat 36. Ketika keputusan Allah telah tetap bahwa laki-laki itu tidak sama seperti perempuan, maka yang harus kita lakukan sebagai hambaNya yang tsiqqah adalah:

Laki-Laki, jadilah seorang laki-laki yang hidup sepenuhnya sebagai laki-laki
Sikap laki-laki yang bertanggung jawab adalah membantu perempuan agar ia hidup sepenuhnya sebagai seorang perempuan. Bagaimana cara membantunya?? banyak, berikut beberapa contohnya:

~ Jangan melihat aurat perempuan. Tundukkan pandangan.
Salah satu identitas perempuan adalah ia menutup auratnya dengan baik. Maka, laki-laki bantulah perempuan dengan tidak melihat aurat mereka karena tidak semestinya perempuan memperlihatkan auratnya. Jika semua lelaki sepakat untuk tidak memandang perempuan yang membuka auratnya, maka perempuan pasti akan berpikir kenapa semua lelaki berpaling darinya.
Abi Syatori menceritakan kisah beliau ketika masih menjadi mahasiswa. Ada seorang guru perempuan yang tidak memakai kerudung dan bawahannya hanya sedikit di bawah lutut. Semua lelaki di kelas beliau sepakat untuk tidak melihat pada guru perempuan tersebut dengan tetap mendengarkan penjelasannya. Jika ada yang melanggar kesepakatan, hukumannya adalah push up 20x. Hingga akhirnya, sang guru pun menutup auratnya dengan baik.
Jadi, jika ada lelaki yang masih membiarkan pandangannya liar berarti ia belum sepenuhnya hidup sebagai seorang lelaki.
~ Jangan paksa perempuan untuk keluar rumah kecuali untuk urusan yang masyru’ (sesuai syariat)
~ Cegahlah perempuan untuk memasuki dunia laki-laki (mencari penghidupan)
~ Jangan menilai perempuan dari fisik lahiriyah
Pembicaraan tentang perbandingan fisik wanita yang dilakukan antar lelaki bisa mencederai wanita. Baik yang dinilai cantik atau pun sebaliknya. Yang dinilai kurang cantik akan merasa tersinggung, yang dinilai cantik lebih kasihan lagi. Mereka akan terlena dengan kecantikan mereka.

Perempuan, jadilah seorang perempuan yang hidup sepenuhnya sebagai perempuan
Lalu, bagaimana sikap seorang perempuan sejati??

~ Jangan mengambil lahan ma’isyah (penghidupan) laki-laki
Perempuan jika menganggur masih bisa di tanggung oleh laki-laki. Sedangkan laki-laki tugasnya adalah menanggung. Maka, biarkan lelaki yang bekerja.
~ Jangan membuat laki-laki tergoda oleh amanah keindahan yang Allah titipkan
Laki-laki sejati adalah laki-laki yang mempunyai harga diri tinggi. Dan, salah satu bukti harga diri yang tinggi adalah ia tak akan mudah tergoda. Ketika dalam sebuah pesta jamuan makan, ada 10 makanan yang lezat. Seorang hanya mengambil secukupnya saja. Seorang lagi mengambil semua makanan tersebut. Mana yang izzah (kemuliaan) nya lebih tinggi?? mana yang lebih elegan??
Hingga ada ungkapan, “Mata yang tak terjaga, hatinya tak ada harganya”
Dan, perempuan yang punya izzah yang tinggi adalah perempuan yang mampu menjaga keindahannya.
“Dunia adalah perhiasan dan seindah-indah perhiasan adalah wanita sholihah”
Dan, perhiasan itu seharusnya dijaga.

Lalu, apa yang membuat wanita itu indah??
Kecantikannya??

Kucing diatas cantik juga kan..

Kulit yang putih mulus??

Putih mana sama sapi diatas??

Memakai banyak aksesoris/perhiasan??

Merak juga punya pakai aksesoris lho..

Kecantikan, keindahan, dan perhiasan tidak hanya dimiliki oleh kaum perempuan tapi juga kaum binatang. Hingga, perempuan yang hanya menyibukkan diri dengan keindahan dan kecantikan lahiriyah serta melupakan keindahan dan kecantikan batiniyahnya adalah perempuan yang sedang bersaing dengan binatang. Bukan tidak boleh memperindah tubuh, tapi pastikan juga bahwa ‘dalamnya’ lebih baik lagi.

Begitu juga, laki-laki yang menghargai perempuan hanya karena keindahan dan kecantikan lahiriyah semata adalah laki-laki yang menghargai perempuan sebagai binatang.

Kesimpulannya, esensi dari laki-laki dan perempuan itu bukan ternilai dari fisiknya semata.

~ Jangan mendominasi laki-laki
Bagaimanapun juga, kedudukan perempuan adalah satu derajat di bawah laki-laki. Sadari itu…

Mohon maaf jika ada salah kata. Mari bersama-sama menjadi laki-laki dan perempuan sejati yang dicintai Allah. Moga Allah mudahkan 🙂

Wallahu ta’ala ‘alam

Abi Syatori hafidzahullah
Nurul ‘Ashri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s