[Catatan Ramadhan 1437H] Maka, Bersyukurlah…

Ada Ibu, yang meskipun sedari kecil kau lebih dekat dengan pembantu tapi setidaknya sekarang kau tahu beliau lah yang selalu memanjatkan doa paling lama dalam setiap sholat-sholatnya. Menangis tergugu di sepertiga malamnya dan kau yakin, namamu dan nama kakakmu selalu tersebut dalam bincang mesranya dengan Rabbmu..

Ada bapak, yang meskipun begitu keras sikapnya padamu ketika kecilmu, tapi sekarang kau tahu, beliaulah yang telah menanamkan pondasi hidup yang kuat untukmu. Hingga akhirnya, ia berani memberikan kepercayaan padamu untuk melakukan apapun yang kau mau.

Ada abang, yang dengan santainya selalu mengatakan,
“Woke. Siap”
tiap kali diberitahu kebenaran sesuatu. Tak ada protes pembelaan harga dirinya merasa direndahkan. Orang ketiga yang selalu menjadi ‘duta’ ketika kau merasa berat berbicara pada kedua orang tuamu.

Ada si Mbak, yang selalu bisa menjadi tempat bercerita. Yang meski dulu, ketika kau masih di rantau, menganggap beliau lah yang telah mengambil ‘abang’ dari sisi ibu bapakmu. Kini, kau mengerti ada banyak sisi baik yang bisa kau pelajari darinya.

Ada si anak kecil, yang kedatangannya selaku sukses menjadi tombo stres mu. Ia lah satu-satu nya pelampiasan tingkah usilmu. Alih-alih bersikap manis padanya, kau akan lebih suka menggodanya sampai teriakannya membuatmu tertawa.

Ada adek-adek kos, dengan bermacam karakternya. Satu bisa selalu membuatmu tertawa, satu bisa kau ajak berdiskusi ria, satu selalu siap dengan bantuannya. Kesamaannya, sikap baik melekat pada diri mereka. Doa terbaik selalu…

Ada ibu kos dan keluarga, keluarga pertama di tanah rantau keempat yang selalu menganggap dirimu sebagai anak beliau sendiri. Menanyakan kabar jika lama tak ‘pulang’ ke rumahnya.

Ada mereka, saudara-saudara yang meski sudah menyebar jauh tapi masih sempat menanyakan kabar keberadaan. Semoga selalu ada doa terselip diantara kau dan mereka..

Dan bodohlah kau jika masih banyak keluhan keluar dari mulutmu. Hidupmu sudah dipenuhi begitu banyak keajaiban. Bersyukurlah dan allah akan menambah nikmatmu. Bersyukurlah dan jangan menjadi seorang yang kufur.

Bersyukur dan ketahuilah bahwa syukur tak hanya berhenti pada kata ‘cukup’. Ia menghendaki setiap nikmat yang kau dapati darinya menjadi sebuah jalan untuk menggapai sesuatu yang belum mampu kau capai. Ia menghendaki apa yang kau punyai menjadi jalan untuk terus meningkatkan kemanfaatan. Begitulah syukur, bukan stagnan tapi berkembang.

So that, smile nuri-chan n__n

And, may allah bless all the living things in this universe…

Ramadhan day 17
Mengautis sebentar menanti matahari terbenam setelah keramaian persiapan iftar besar…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s