[Catatan Ramadhan 1437H] Menghapal itu Menyenangkan (Menenangkan)

Dan, dia berhasil memecah konsentrasiku untuk mendengarkan kajian. Tangannya asik memainkan kartu jama’ah berwarna biru tua. Terkadang ia sandarkan punggungnya ke bahu ibunya. Sesekali ia goda kakak perempuannya (mungkin) yang sepertinya mendapat tugas untuk mendengarkan hapalannya. Mulutnya lancar memuroja’ah hapalan qur’annya..

Asik…itu kesan yang tampak ketika aku amati caranya menyetor hapalannya pada kakaknya. Surah apa..entah. Suaranya kalah dengan suara penceramah. Yang kutahu sudah masuk awal atau tengah. Bukan lagi belakang. Terkadang kakaknya akan berteriak sewot ketika ada yang salah dan ia tak kunjung bisa membenarkan.

Dia, anak lelaki seumur anak kelas 3-4 SD. Cakep…iya.. Untung dia masih kecil. Jadi, gak harus ghadul bashar kan 😀
Usil..iya.. Terlihat dari tingkah laku dan gerak-geriknya.

Kakak perempuannya tak perlu melihat mushaf untuk mengoreksi hapalan adiknya. Adek perempuannya bergelayut di pangkuan ibunya. Memegang dan membaca mushaf berwarna pink cerah. Ibunya, seorang wanita berwajah tenang yang sejak awal sudah menarik perhatian.

‘Menghapal itu menyenangkan’
Entah, itu yang kurasa ketika melihat mereka sekeluarga. Dalam canda pun, masih bisa mulut kecil itu melantukan kalam-kalamNya. Terlepas dari adab-adab yang seharusnya dilakukan untuk menghormati al qur’an. Toh dia masih kecil kan. Kelak ketika dewasa pasti bisa terkondisikan juga. Insya allah.

‘Adem…’
Itu yang terbayang melihat mereka sekeluarga yang begitu terikat kuat dengan al qur’an. Rumah yang penuh kesejukan pastinya ketika hati-hati penghuninya lekat dengan sumber ketenangan.

‘Delegasi’
Melihat si kakak yang membimbing adeknya, jadi teringat dengan nasihat ustadz Fauzil Adhim. Anak pertama itu kuncinya. Jika berhasil terdidik dengan baik, akan menjadi lebih mudah untuk mendidik anak-anak selanjutnya. Anak pertama bisa menjadi contoh sekaligus diberi wewenang untuk mengajari adeknya. Orang tua tingggal menjadi pengawas saja..

Jadi, jangan kalah sama si adek cakep…

Ramadhan day 22
Ulil albab…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s