Lesson at The Morning

Sambil menunggu si mbak penjual mengambil kembalian, tak sengaja mataku bertatapan dengan seorang ibu tak dikenal yang berjalan mendekat. Refleks aku berikan senyuman padanya. Dan tetiba,

“Sugeng riyadi Mbak. Mugi rejekine lancar nggih..” kata si Ibu sambil menyorongkan tangan kanannya tanda jabat tangan..

Blaikk…
Aku terbengong sejenak.
“Ini bukan pasar dekat rumah. Tak mungkin ada yang kenal denganku disini kan. Si Ibu salah orang apa ya??” pikirku lalu buru-buru menyambut tangan beliau dengan senyum senormal mungkin. Sebuah jabat tangan yang erat dan hangat..

“Iya Bu, aamiin..” sahutku bersemangat. Bayangkanlah seorang pengangguran yang malas mencari kerja didoakan saudara seiman yang tak dikenal agar lancar rejekinya di pagi yang mungkin sudah tak terlalu buta. Ya allah, ini aja udah rejeki kan πŸ˜€

“Gak ada salahnya kan meski gak kenal kita salaman.” lanjut si Ibu dengan senyum hangatnya sambil menyalami si mbak penjual juga. Dengan doa yang sama juga. Mungkin karena melihat ekspresiku yang agak aneh tadi atau memang itu sudah menjadi kebiasaan beliau..

Aku hanya tertawa mendengar kata-kata si Ibu. Membiarkan beliau berjalan duluan. Dan memang sepanjang berjalan menuju pintu keluar, beliau terus saja menyapa warga pasar. Such a …. yah sudahlah…speechless saya.

Yang terbayang hanya satu pesan Nabi ketika melihat si Ibu,
“Akan datang suatu masa dimana salam hanya ditujukan untuk orang-orang yang dikenal saja.”
Dan, itulah salah satu tanda dekatnya hari kiamat…

image

Mau meniru si Ibu atau mau terus membatu hanya berkutat dengan diri sendiri dan orang-orang yang dikenal dekat saja,
the choice is in your hand, kan.. πŸ™‚

~Jembatan Buntung, membiarkan manusia-manusia yang lewat mengira saya adalah trainer pokemon go…

Advertisements

8 comments on “Lesson at The Morning

  1. πŸ˜€ , saya sering menganggap orang yang seperti itu orang yang sok kenal sok dekat… Bagus juga karena mereka akan mengedepankan huznudzan terhadap semua orang

    • hehehe…macam-macam persepsi manusia ya Kang Nur.
      mungkin karena saya melihat orangnya langsung jadi gak kepikiran kalo si Ibunya orang yang suka sksd. auranya kelihatan orang yang bener2 baik dan orang2 di pasar sepertinya juga sudah kenal dekat dengan beliau..jadi ya mungkin sudah sifat beliau yang sumeh dan grapyak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s