Nak, Yuk Sholat [3]

Usia 7-10 tahun
~ Pada saat anak menginjak usia 7 tahun, katakan padanya, bahwa mereka memasuki usia yang istimewa, yaitu usia diperintahkan sholat. Bila perlu berikan mereka hadiah berupa baju sholat, mukena, dan sajadah.
~ Menghindari kalimat tanya seperti,
“Apakah kamu sudah sholat?”
Karena dapat membuka peluang untuk berbohong. Sebaliknya, gunakan kalimat yang tegas dan mengingatkan seperti,
“Waktunya sholat, Nak”
atau
“Ibu menunggumu sholat ya Nak, sebelum habis waktunya”
~ Sering-seringlah menyemangati dengan mengatakan,
“Ayah Ibu bangga sekali Nak, jika kamu rajin sholat.”
Tampakkan kepada mereka bahwa kebahagiaan dan kebanggaan terbesar mereka adalah ketika mereka rajin mengerjakan sholat dan maafkanlah kesalahan kecil mereka ketika mereka mudah disuruh mengerjakan sholat.
~ Mengajak mereka untuk sholat berjama’ah karena itu akan lebih menyemangati mereka, terutama untuk anak laki-laki karena tabiat mereka senang keluar rumah dan bertemu teman-temannya. Maka, ajaklah mereka sholat berjama’ah di masjid.
~ Pada usia ini, dapat diajarkan hukum-hukum bersuci secara lebih detail, sifat sholat, dan wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, doa-doa dan dzikir dalam sholat dan mulai merutinkan mereka sholat 5 kali sehari. Walaupun tidak harus di awal waktu.
~ Setelah mereka terbiasa mengerjakan sholat 5 waktu, ajarkanlah mereka untuk segera sholat begitu mendengar azan.

Membangkitkan Kepekaan Anak terhadap Sholat
Misalnya,
ketika anak meminta izin untuk tidur sebelum waktu isya’ maka katakanlah,
“Sebentar lagi Isya’, sholat dulu bersama kami.”
Atau ketika ia hendak pergi menjelang asar, tahanlah dulu sambil berkata,
“Sebentar lagi asar, sholat dulu, baru kamu pergi.”
Teruslah melatih kepekaan dan keterikatan mereka dengan sholat, agar mereka menyadari pentingnya sholat di atas segala kegiatan.

Apabila mereka telah mengerjakan sholat dengan rutin, maka ajarkanlah mereka sunnah-sunnah sholat, sholat-sholat sunnah, dan dzikir-dzikir setelah sholat. Ajarkan juga kepada mereka rukshoh-rukshoh yang berkaitan dengan sholat, seperti kapan boleh bertayamum, kapan boleh menjamak dan meng-qashar sholat, dan sebagainya. Dengan menyebut bahwa Allah adalah Maha Pemurah dan tidak menghendaki kesulitan bagi kita serta agama Islam ini adalah agama yang mudah.

Ajarkan mereka untuk tidak malu mengajak teman yang belum mengerjakan sholat, sekaligus ajak mereka untuk tidak mengejek atau merendahkan teman yang tidak sholat, melainkan perintahkan mereka untuk mendakwahi teman tersebut dengan cara yang baik.

Carilah media-media yang memudahkan kita mengajari tata cara sholat, seperti gambar-gambar tata cara wudhu dan sholat, atau kaset dan CD tentang hal tersebut.

Mengenai pukulan pada anak berusia 10 tahun yang tidak mengerjakan sholat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
~ Pukulan itu tidak menyakitkan
~ Tidak memukul di tempat yang dilarang, seperti wajah
~ Tidak memukul di depan orang lain
~ Tidak memukul ketika marah
Dan, yang perlu diperhatikan adalah pukulan yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah pukulan untuk memperbaiki dan mengobati kebandelan anak, bukan sekedar kekerasan dan hukuman yang dapat menimbulkan masalah baru. Karena itu, apabila orang tua atau pendidik melihat bahwasanya anak tersebut tidak dapat diperbaiki dengan pukulan atau justru semakin membangkang dan berbohong bila dipukul, maka hendaknya ia berhenti memukul anak tersebut dan mencari cara lain untuk mendidiknya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan anak sholat:
~ Pendidikan sholat, seperti juga pendidikan adab dan akhlak lainnya memerlukan waktu sampai terbentuk kesadaran melaksanakannya. Karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan orang tua mengajari anak sholat saat berusia 7 tahun dan baru memerintahkan memukul setelah berusia 10 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mengajarkan sholat memiliki tahapan-tahapan yag dilaksanakan selama rentang waktu 3 tahun, sampai anak terbiasa melaksanakannya. Dan setelah itu, baru anak dihukum untuk memberikan peringatan terhadap kelalaian dan kemalasannya ketika berumur 10 tahun.
~ Sekedar perintah dan nasihat saja tidak cukup, tetapi memerlukan tahapan dan metode yang jelas, terarah, dan bertahap.
~ Semakin awal kita memulai, akan semakin mudah bagi kita. Maka, jangan sia-siakan kesempatan mengajarkan sholat kepada mereka sejak kecil dan jangan sampai kita baru mengajarkan sholat setelah mereka berumur 10 tahun.

Yang terakhir dan terpenting adalah banyaklah berdoa untuk anak-anak kita agar mereka termasuk orang-orang yang mendirikan sholat dan sandarkan keberhasilan usaha kita hanya kepada Allah. Sebaik apapun metode yang kita ambil, tidaklah berhasil tanpa pertolongan dari Allah.

Disarikan dari kutaib berjudul “Kaifa Nuhabbibus Sholah li Abnaainaa”

Ummu Sholih

[Bagian 1] [Bagian 2]

Advertisements

8 comments on “Nak, Yuk Sholat [3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s