Yang Terpenting dalam Mendidik Anak, Apa..??

Setiap kali “dugem” dan materinya tentang parenting yang biasanya didapat dari hasil browsing, saya selalu melihat reaksi Mbak-Mbak yang sudah berpengalaman dengan yang namanya mengasuh anak. Terkadang ketika diceritakan satu dua poin tips-tips apapun tentang mendidik anak, ada satu dua yang tertawa kecil membayangkan apa yang selama ini sudah mereka jalani dengan yang disebutkan dalam teori. Lalu, di akhir materi, ketika acara diskusi, mereka akan menceritakan pengalaman masing-masing yang kembali menyadarkan bahwa teori hanyalah sebuah pegangan. Praktek yang menentukan. Dan selalu, penerapan teori tak semudah menghapal dan memahami isinya.

Seorang kawan yang terkenal sangat sabar pun pernah bercerita bagaimana beliau harus sering-sering beristighfar ketika berurusan dengan anaknya. Dari melihat Mbak-Mbak ketika sedang mengatasi anak-anak mereka yang terkadang terlampau kreatif dan aktif pun, saya sering merasa ada perbedaan antara yang seharusnya dilakukan dengan kejadian di lapangan (meski tak semua teori dapat diaplikasikan pada tiap anak. Bagaimanapun teori hanya generalisasi sedangkan setiap anak itu unik, mungkin memang perlu tindakan yang berbeda dengan teori yang ada..wallahu’alam).

Dan dari dulu pun saya selalu bertanya-tanya,
“Apa hal terpenting dalam mendidik anak??”

Ada banyak faktor, itu pasti. Kompleks, iya. Tapi, seperti Hercules ketika menghadapi Hydra, si ular berkepala sembilan, hanya ada satu kepala yang menjadi inti agar si Hydra bisa benar-benar ditaklukkan. Ia hanya perlu mengetahui, yang mana??
Seperti bermain dengan multi variabel, kita hanya harus tahu mana yang variabel yang paling besar pengaruhnya.

Tak ada referensi pasti hanya bermain dengan logika sendiri dan pengetahuan yang masih sedikit dimiliki, untuk saat ini hanya mempunyai jawaban,
“Kedekatan hati dengan Sang Pemilik Hati”
(dan sepertinya ini kunci jawaban untuk segala hal yang dikerjakan dalam kehidupan)
Entah jika nanti jawaban ini bisa berubah di tengah perjalanan. Who knows kan… πŸ™‚

“Dari hati akan sampai ke hati”
Saya paling suka teori ini karena banyak yang telah membuktikannya termasuk para salafush sholih. Aa Gym pun pernah berkata,

“Hati anak itu bersih, akan mudah tersambung dengan yang sama bersihnya. Bila ingin dekat dengan anak, perbanyaklah air mata taubat untuk membersihkan hati. Niscaya dengan izin Allah akan mudah ada di hati anak-anak.”

Anak-anak adalah manusia kecil, yang sama seperti manusia besar, segala tindak tanduknya dikendalikan oleh hatinya. Untuk meraih hati-hati mereka yang masih bersih tentu diperlukan hati yang bersih pula. Bagaimana kebersihan hati bisa dicapai?? Dengan dekatnya hati dengan Ilahi.
Untuk memenuhi hati-hati mereka yang masih kosong dengan nur Ilahi tentu diperlukan hati yang penuh dengan nur Ilahi agar cahaya Ilahi tersebut agar dapat diberikan pada ruang kosong di hati mereka. Bagaimana cara mendapatkan nur Ilahi tersebut?? Dengan dekatnya hati dengan Ilahi.

Hati anak-anak, seperti halnya hati manusia dewasa, berada di genggaman Pemiliknya. Anak-anak, dengan segala kepolosannya, tentu belum mampu untuk meminta pada Sang Pemilik Hati untuk menjaga hatinya. Tugas si ibu lah yang harus memintakannya pada Sang Pemilik Hati agar hati anak-anaknya selalu berada dalam petunjukNya. Bagaimana agar pinta si ibu pada Pemilik Hati terkabulkan?? Dengan dekatnya hati dengan Pemilik Hati. Jika sudah dekat, bukankah pinta kebaikan akan lekas diberikan?? insya allah..

Kondisi hati seseorang menentukan tindakan lahir yang ia lakukan. Anak-anak, dengan segala kehebohannya, pasti akan mendatangkan kecapekan lahir dan batin ketika membersamai mereka. Dalam taraf puncak, sengaja atau pun tak sengaja bisa saja keluar teriakan kemarahan atau tindakan agak keras pada si anak. Si akang yang sangat jarang marah pun terkadang bisa membentak si anak kecil, meski setelahnya dia akan meminta maaf. Tapi tetap saja, Rasulullah tak pernah membentak anak kecil kan.
Apa yang bisa membuat hati kita tetap lapang dan sabar meski segala teriakan dan kelakuan mereka mencapai level tertinggi?? Dengan dekatnya hati dengan Ilahi. Karena bagaimanapun juga, hati yang dekat dengan Pemiliknya akan selalu tenang dan lapang. Itulah kenapa Rasulullah tak pernah marah kan, karena hati beliau yang selapang langit tanpa tepi…

Dan, saya selalu teringat cerita Ustadz Awan yang mengkisahkan bagaimana Abi Syatori, yang mendapat julukan manusia setengah malaikat, menghadapi anaknya yang sedang mengamuk,
Beliau akan mendekap anaknya dan mengatakan,
“Terima kasih ya Nak, kamu telah membuat Abi mendapat banyak pahala hari ini..”
Trenyuh lah..

Apalagi…?? saa, wakaranai. Baru itu yang terpikirkan di tengah segala keriweuhan..
Praktek tak pernah semudah teori, maka mintalah sebuah hati yang bersih..
Semoga Allah mudahkan..

Wallahu’alam bish-shawabi..

~ Just my random thought

Advertisements

10 comments on “Yang Terpenting dalam Mendidik Anak, Apa..??

  1. pernah denger ga, ada seorang ayah yg tau anaknya ngerokok, pacaran dll. tapi dg bangganya dia ttp menceritakan kebaikan anaknya, dan selalu bilang; kau kelak akan jadi orang besar.

    tiap malem tahajud di kamar sang anak dan berdoa terus sambil menangis demi sang anak.

    anaknya gak cuma satu yang begitu. lebih dari 3.
    dan hasilnya memang, anak-anaknya semakin besar semakin dewasa dan makin shaleh. menikah di bawah usia 22 semua.

    heu, menjadi orang tua itu…

    • bloom pernaah Mbak…hehe
      tfs Mbak Titin ^^
      kekuatan doa yang ikhlas memang luar biasa ya Mbak..

      menjadi orang tua itu…kapan ya?? *ini pertanyaan gak penting πŸ˜€

      • abi ummi siapa Mbak?? kasih tau lah Mbakk…hehe

        pertanyaan “kapan”nya gak penting Mbak, yang penting prepare nya.. πŸ˜€

  2. Anakku dah 4, yang terbesar dah 16 tahun… ada tahap tahap yang berbeda setiap tahunnya untuk mendidik mereka, dan di tahun ke 17 saya masih merasakan misteri kejutan apa yang akan saya hadapi dari mendidik mereka semua…

    • ehehe…amazing pasti rasanya mendidik anak ya Pak. Orang tua dan anak sama-sama belajar.. πŸ˜€

      Semoga putra putri nya menjadi qurrota’ayun ya Pak.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s