Agar Kutuai Kesholihan Buah Hatiku

Sesungguhnya nikmat Allah tak terhingga. Dan, diantara nikmat yang paling mulia adalah nikmat keturunan atau anak. Tidak ada yang mengetahui keagungan nikmat ini kecuali orang-orang yang terhalang mendapatkannya. Anak juga merupakan amanah bagi kedua orang tua yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Apakah ia menunaikan hak-hak mereka atau melalaikannya?? Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” [66:6]

Kesholihan dan kesuksesan seorang anak adalah dambaan setiap orang tua. Namun, tentu saja butuh kerja keras dalam mewujudkannya. Untuk setiap ayah dan ibu, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam mendidik anak:

1- Dasar dalam mendidik anak adalah menegakkan peribadahan kepada Allah Ta’ala di dalam hati dan jiwa mereka
Allah telah menjadikan anak terlahir dalam kondisi beragama Islam, sehingga yang dibutuhkan adalah pengasuhan dan pengarahan yang benar agar ia tidak tersesat.

2- Ayah dan Ibu senantiasa dalam nuansa peribadatan kepada Allah Ta’ala
Niatkan setiap hal yang dilakukan untuk anak, seperti mencari nafkah, mengajari, bahkan ketika bercanda sekalipun adalah ibadah untuk mencari keridhoan dan pahala dari Allah.

3- Mengedepankan sifat ikhlas dalam masalah pendidikan
Niat yang ikhlas memiliki kedudukan penting dan menjadi sebab kemaslahatan anak dan kebaikan pendidikan. Karenanya, tidak sepatutnya ayah ibu menginginkan tujuan dunia dalam pendidikan anak seperti agar anak dikatakan pintar atau sekedar mendapatkan gelar dan jabatan.

4- Doa yang tulus dan terus menerus untuk kebaikan anak
Dikisahkan dalam Al Qur’an bahwa para nabi dan rasul selalu memanjatkan doa untuk anak dan istri mereka. Carilah waktu-waktu mustajab dan jauhilah penghalang diterimanya doa.

5- Carilah rizki yang halal dan jauhi harta yang syubhat
Karena Rasulullah shalalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Ka’ab bin Ajrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram.” [HR Ahmad dishahihkan oleh Al Albani]

6- Teladan yang baik adalah kebutuhan pokok dalam pendidikan
Bagaimana seorang anak akan mengamalkan yang diperintahkan apabila ia melihat orang tuanya menyepelekan amalan tersebut. Atau bagaimana ia menjauhi suatu larangan sementara ia melihat orang tuanya gemar melakukan amalan tersebut. Selain itu, ingatlah bahwa ketika kita memberi teladan, kita akan mendapat pahala selama anak kita mengamalkannya.

7- Sisihkan sebagian perhatian kita untuk memahami masalah pendidikan
Seperti metode pendidikan berdasarkan tahapan perkembangan anak, sarana modern yang menunjang pendidikan, dan semisalnya.

8- Sabar
Kesabaran adalah faktor terpenting dalam kesuksesan pendidikan. Bersabar dalam menghadapi sikap buruk anak, rasa bosan anak, bersabar ketika berletih-letih mengantar anak demi mendapakan pendidikan terbaik, dan bergembiralah karena kita sedang berada di tengah jihad di jalan Allah. Allah berfirman,
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” [29:69]

9- Sholat dan Sholat
Sholat adalah kewajiban yang agung setelah syahadat. Berkomitmenlah dalam melaksanakannya dan tanamkan pada diri anak pentingnya dan kedudukan sholat dalam Islam serta ajarkan mereka sholat sejak usia 7 tahun.

10- Memperhatikan bakat khusus dan perbedaan individu masing-masing anak serta bersikap adil dalam memperlakukan mereka
Jangan menjadi orang tua yang mengabaikan bakat dan kemampuan anak ketika kecil sehingga mereka tumbuh dalam kekosongan dan kesia-siaan.

11- Berkomitmenlah untuk menahan kemarahan dan ledakan emosi
Berlindunglah kepada Allah ketika emosi mulai memuncak. Islam telah mengatur hukuman bagi anak seperti pukulan bagi anak tidak boleh lebih dari 10 kali, usia anak lebih dari 10 tahun, menggunakan tongkat kecil, dan menghindari memukul wajah dan aurat. Akan lebih baik jika kita mampu mengganti pukulan dengan motivasi atau memboikot mereka sementara waktu.

12- Masih ada waktu untuk memperbaiki kelalaian kita dalam mendidik anak
Mulai sekarang, berikan porsi waktu dan perhatian yang lebih untuk mereka. Mari, kita teladani Rasulullah dalam berinteraksi dengan anak-anak. Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersikap tawadhu’, bercanda, tanpa melupakan pengajaran bagi anak-anak.

Dan, semoga Allah karuniakan keturunan yang sholih kepada kita, menjadikan pandangan mata kita sejuk karena kesholihan mereka, dan mengumpulkan kita bersama mereka dalam surgaNya.

Disadur dari buku Kultum Setahun Bab Pendidikan Anak, Abdul Malik bin Muhammad Abdurrahman Al Qasim.

Ummu Sholih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s