SenyumNya, RidhoNya..Saja..

Ada kata-kata yang tak bisa terucap maupun tertulis karena kau tak tahu apakah Dia akan memberikan senyumNya atau murkaNya jika kau melakukannya. Serta pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang,
“Terlanggarkah batas-batasNya??”
Akhirnya kau menjadikannya sebuah do’a yang kuat dan dalam tapi tak akan pernah memaksa.

SenyumNya, itu kan yang selalu kau damba dalam kehidupan. Tak peduli bagaimana manusia memandang, menilai pada akhirnya kau hanya akan kembali mencari pandanganNya. Meminta izin, menimbang, bertanya,
“Ridhokah Engkau, ya Allah??”

Taat untuk memburu barakah, tak akan pernah mudah. Seperti Ibrahim yang harus menutup matanya ketika akan menyembelih Ismail, seperti Yusuf yang lari dari kejaran Zulaikha karena mengingat Tuhannya, seperti shalafush sholih yang harus menangis dalam ketaatan. Kadang tangan harus mengepal, gigi menggertak, hati bertempur dengan hawa nafsu. Tapi akan selalu ada senyum Allah disana. Ada ‘afiatNya, kekuatanNya, yang akan mengganti segala kepayahan.

~ Monjali, morning after rain in the night. Ketika dua waktu mustajab bertemu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s