Night’s Moments

Bandung
Three Muske(n)teer akhirnya kembali bersatu setelah sekian lama terpisah di 3 kota yang berbeda. Bandung, menjadi tempat persinggahan anak manusia dari Bekasi, Cirebon, dan Jakarta. Tempat nginep, tentu saja di tempat Teteh yang sholihah dan selalu sibuk luar biasa di Banjaran. Saking sibuknya ngurus umat, tiap kali kita datang hanya ditaruh di kamar dan disediakan cemilan. Tapi tidak untuk kali ini. Seharian, trio maut yang masih berlabel ‘jahil bin labil’ ini memutuskan untuk keliling Bandung.

Sampai datang saat tengah siang digantikan oleh tengah malam. Ditemani sebungkus kacang rebus, ndeproklah kita di depan BIP yang sudah tutup pintu, menunggu si Teteh yang baru bisa jemput setelah selesai nonton konser musik di daerah kampus gajah. Sepak kaki kanan kiri, ngobrol ngalur ngidul, ngakak satu dua tiga, lempar-lemparan kulit kacang. Ini manusia-manusia venus ato mars sebenarnya.. -__-
Dan tentu saja, tak lupa, melihat kehidupan malam berjalan di Dago. Ini, sepertinya hanya saya sendiri yang melakukannya. Anak manusia paling melankolis diantara mereka. Fyuhh~

But, whatever we are, engaged forever ’till heaven, ne..mbak bro sekalian

Engaged Forever 'Till Heaven

Jakarta
#1
Bundaran HI, 3 botol air mineral, sebungkus gorengan, obrolan ringan, dan foto narsis di tengah ramainya jalanan malam J-town bersama Mbak Siti dan si Emoy, 2 anak manusia yang paling hokya kalo diajak jalan. Kabur dari penatnya kerja rodi di Ciranjang, meluncurlah kita ke Blok M, tempat transit seluruh metromini di daerah Jakarta Selatan. Dilanjut naik metromini nomor, ehmm..entah, saya lupa..lalu, turunlah kita di tengah kota metropolitan yang gemerlap cahayanya mengalahkan indahnya cahaya langit malam. Membeli sekantung gorengan dan berbotol minuman. Melangkah sebentar ke pancuran air berbentuk bundar. Nongkrong manis menikmati lalu lalang mobil jalanan..

#2
Lapangan Blok S, sejumput cerita, udara malam, dan langit gelap tak berbintang. Tempat melepas pening memikirkan pekerjaan yang seolah tak ada habisnya bersama Mbak Siti tercinta. Berjalan ringan dari kantor serupa rumah, menghirup udara malam yang sudah tercampur gas monoksida, ditemani angin malam yang entah kenapa panasnya selalu terasa. Menapak ke arah lapangan yang dikelilingi warung-warung makan dengan harga yang membobolkan kantong buruh pekerja pemula, duduk di dudukan pinggir lapangan, dan mendengarkan cerita pengalaman hidup si Mbak. Refresh..

#3
Salah satu wishlist ketika di J-town yang belum terkabulkan adalah, melihat gemerlap Jakarta dari ketinggian ketika malam. Satu hari, ketika lembur bareng si Emoy di kantor orang di BRI 2 Sudirman, tercetuslah ide gila untuk mencoba naik sampai ke atas atap gedung. Dan beruntunglah, mendapat partner kerja seperti si Emoy yang ho’o aja disuruh doing something stupid. Semangat 45, kaburlah kita sebentar. Naik lift sampai lantai teratas yang terjangkau lift. Sisanya, tangga. Berhasil?? tentu saja tidak. Kalo berhasil, wishlistnya udah dicoret. Sampai atas, pintu menuju rooftop terkunci. Bapak satpam pun datang. Kita tanyakan, bisakah naik ke atas. Jawabnya?? tentu saja tidak. Kan udah dibilang, kalo berhasil, wishlistnya udah dicoret..

Yogyakarta
GSP di malam hari itu indah. Dan siapa yang paling yess diajak nongkrong disana ketika malam menjelang?? Cicai..
Yah, meskipun gak sering. Duduk di tatakan tangga garda kiri, membuka bekal cemilan dan minuman, ngobrol yang bisa diobrolin, diem kalo lagi kehabisan topik pembicaraan, menatap langit yang masih berbintang dan kelip pesawat yang memenuhi trafik udara langit yogya…

Akan selalu ada rasa yang berbeda dengan kehidupan malam…

Selanjutnya, mau nongkrong malam dimana??
Puncak pegunungan Alpen, melihat bintang jatuh.. #doaKhusyuk

Advertisements

10 comments on “Night’s Moments

      • hehe.. mksdnya lagi tanya; ternyata akhwat malam yak? ahaha..

        itu julukan ikhwan kampus kalo ada akhwat yg pulang malem wae, dr lantai 2 kosannya suka diteriakin begitu πŸ˜€

      • oalah..hehe..baru nangkep Mbak..
        iya Mbak..suka jalan malam…seger πŸ˜€

        jadi inget pernah kena deheman ikhwan pas jalan di depan masjid udah lewat jam malam. sendiri pulak πŸ˜€

      • nakaaal πŸ˜€

        titin rapat smp males dibela-belain dianter dan dipaksa mabit dikosan akhwat yg lain. jadi pulangnya gerombolan tetep, ahaha.

        pdhl itu juga msh jam 8-an da. πŸ˜€

      • ehehe..tuntutan amanah yg diluar lingkaran Mbak..hayah..
        Itu pas buanget lagi sendiri..biasanya pulang malem buanget nyampe jam 11-an dianter cowok2nya sama cewek2 yg searah juga..ramean.. πŸ˜€
        #jadiKangenKuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s