Zuhudlah dengan Dunia Niscaya Alah Mencintaimu

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu’anhuma, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jadilah orang yang zuhud (tidak merasa butuh) dengan dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah dengan apa yang dimiliki manusia, niscaya mereka mencintaimu.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah, Al Hakim, Ath Thabrani dalam al Kabiir, dan al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Lihat Shahiihul Jaami’ no 922)

img-20160907-wa0002

Penjelasan Hadits
Hadits ini mengandung 2 wasiat yang agung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:
1- Zuhud terhadap dunia, dan itu merupakan sebab Allah subhanahu wa ta’ala mencintai hambanya
2- Zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia, dan itu merupakan sebab manusia mencintainya

Adapun zuhud terhadap dunia, maka Allah telah banyak menyebutkan dalam Al Qur’an seraya memujinya serta mencela sikap berabisiusnye terhadap duniawi. Allah berfirman dalam surat Al A’la ayat 16-17,
“Bahkan kalian lebih mengutamakan kehidupan duniawi. Padahal akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal.”

Allah juga mencela orang-orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dari amalan-amalannya. Begitu pula, sangat banyak hadist-hadits tentang celaan terhadap dunia dan kehinaannya di sisi Allah, sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Jabir bahwa Nabi mempermisalkan dunia dengan bangkai kambing yang cacat lagi busuk.

Yang dimaksud dengan zuhud terhadap sesuatu adalah sikap berpaling darinya karena menganggap remeh dan tidak berambisius dengannya. Adapun makna zuhud terhadap dunia bukan berarti mengharamkan apa yang Allah halalkan, bukan pula dengan membuang-buang harta, akan tetapi maksudnya adalah meyakini bahwa apa yang ada di tangan Allah jauh lebih kita percayai daripada apa yang ada di tangan kita.

Maka, diantara sifat orang yang zuhud adalah suasana hatinya sama baiknya ketika ditimpa musibah maupun ketika diberi kenikmatan sehingga ketika ditimpa musibah ia lebih mengharapkan ganjarannya daripada hartanya yang hilang. Dan ini, tidak terdapat kecuali pada orang yang telah kokoh keyakinannya kepada Allah.

Begitu pula diantara sifatnya yaitu tidak terpengaruh dengan pujian dan celaan manusia selama ia tetap dalam kebenaran, berbeda dengan orang yang terlena dengan dunia, ia akan rela meninggalkan kebenaran karena takut celaan manusia. Bahkan, ia akan banyak berbuat kebatilan karena mengharap pujian manusia.

Zuhud terhadap dunia merupakan amalan hati, bukan amalan tubuh. Sehingga, tidak bisa kita menilai kezuhudan seseorang melalui penampilan luarnya saja.

Kemudian, tentang zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia maka telah banyak hadits yang menjelaskan perintah menjaga diri dari sikap suka meminta-minta kepada manusia. Barangsiapa suka meminta-minta apa yang dimiliki manusia, maka mereka akan membencinya. karena, tabiat manusia adalah mencintai hartanya sehingga jika apa yang mereka sukai diminta orang lain niscaya akan dibenci oleh mereka. Sebaliknya, orang yang menjaga kehormatannya dan menjauhi sikap meminta-minta maka manusia akan menyukainya dan memuliakannya.

Semoga Allah selalu mudahkan kita untuk senantiasa menghiasi diri dengan 2 sifat terpuji pada 2 wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang mulia ini.

Wallahu ta’ala ‘alam
Ustadz Ahmad Fakhrisan, Lc

Advertisements

2 comments on “Zuhudlah dengan Dunia Niscaya Alah Mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s