Tak Harus dengan Harta, kan..

“Habis lulus langsung ngajar di kampus ya?” tanyaku padanya, seorang kawan yang sedang berjuang menyelesaikan tesis atas biaya kampusnya.
“Tergantung kampusnya mau mengeluarkan SK nya kapan Mbak..” jawabnya
“Kerasa banget ya Mbak susahnya gak punya penghasilan sendiri.” lanjutnya, yang keluar dari pekerjaan untuk konsen menyelesaikan tesisnya yang sudah telat satu semester dan harus membayar sendiri kelebihannya.
“Eh..” aku memalingkan seluruh tubuhku, menghadapnya
“Mau sedekah pun gak bisa kayak dulu lagi pas masih ada penghasilan. Emang bener ya, kalo punya power itu bisa ngelakuin apa aja termasuk kebaikan.” sambungnya

Sampai disini aku teringat dengan lintasan pikiranku semasa kerja yang berkebalikan dengan apa yang ia katakan.
“Kenapa hanya bisa memberi dengan uang?? Hebat kan mereka yang bisa turun tangan langsung mengetahui permasalahan masyarakat, memikirkan solusinya, dan melihat sendiri pancaran kebahagiaan dan kelegaan di wajah-wajah mereka. Sedang disini, aku hanya menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor dan menambah kesejahteraan pemilik modal yang kebanyakan adalah orang asing.”
Pemikiran, yang sekarang boleh kubilang, kufur nikmat.

“Kan, masih bisa sedekah dengan ilmu..” kataku, yang tahu sejauh mana kedalaman ilmunya.
“Iya sih Mbak..” sahutnya lirih, seperti ingin kembali membantah tapi kemudian terdiam..

Hening sebentar di tengah keramaian pesta, hingga beralih ke topik pembicaraan lainnya..

-xxx-

Aku pun terdiam memikirkan jawabanku untuknya. Memikirkan pertanyaan yang selama ini selalu menghantui,
“Apa yang sudah kau berikan untuk kemaslahatan semesta??”
Bukankah jawaban itu pun sebenarnya sudah menjawab pertanyaan tersebut??

Tak harus menunggu sampai mempunyai sebuah ‘power’ yang besar untuk melakukan sebuah kebaikan, sebuah kemanfaatan, ataupun sebuah perubahan. Besar pun tercipta dari kecil. Kecil pun suatu saat bisa membesar. Allah sudah tetapkan kadar untuk masing-masing manusia. Seorang berbeda dengan yang lain. Cukuplah menilik apa yang saat ini diamanahkanNya untuk diri. Jika pada akhirnya hanya menghasilkan sebuah keluhan atau kekufuran atas nikmatNya, tak usahlah memikirkan sesuatu yang belum ada.

Ingin melakukan sebuah perubahan besar. Sok mangga. Tapi, pakailah konsep syukur bukan kufur. Gunakan apa yang saat ini ada dan secara simultan berusahalah menggapai yang belum tergapai. Bukan hanya terus mempertanyakan yang belum ada dan mencela kondisi yang sudah Ia berikan. Sebuah perubahan besar dalam sebuah kebaikan pun biasanya terjadi karena sebuah kerja kolektif bukan hasil individu semata.

Bermimpi yang besar untuk sebuah kemaslahatan, boleh. Sangat boleh. Letakkan ia di depan sebagai tujuan jangka panjang. Sementara menunggu ia tercapai, lakukan kebaikan-kebaikan ‘kecil’ yang bisa dilakukan. Toh pada dasarnya Allah tidak melihat pada besar kecilnya kebaikan yang dilakukan. Keikhlasan, kualitas dari sebuah amal yang Ia nilai. Karena semua hasil pada dasarnya sudah Ia tentukan. Tak mungkin, Ia akan menilai sesuatu yang Ia buat sendiri.

Seperti seorang Ibu penjual toko kelontong di daerah Kramat Jati yang di tengah kesibukannya mencari nafkah untuk keluarga karena suaminya sedang sakit, tak henti setiap hari beliau meluangkan waktu untuk melangkah menimba ilmu di beberapa tempat yang berbeda. Dengan ilmu yang beliau peroleh di beberapa kajian itulah, beliau terapkan dan ajarkan kepada para pelanggan beliau. Keramahan, ketulusan, dan keikhlasan beliau, membuat sebagian besar pelanggan beliau mendapatkan cahaya hidayah. Lingkungan sekitar beliau yang sebelumnya para wanitanya belum berjilbab, perlahan atas pengaruh beliau pun berubah ke arah yang lebih baik.

Harta, ilmu, tenaga, waktu, atau apapun itu, hanyalah sebuah alat. Utamanya terletak pada seberapa kuat hati untuk mau memberi, kan…

Dan lalu, ingatlah lagi alasanmu saat itu, ketika meminta padaNya…

~ random thought over the Solo-Yogya’s street ~

Advertisements

4 comments on “Tak Harus dengan Harta, kan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s