Bekerja, Apa Esensinya??

Kenapa uang yang harus jadi tujuan utama ketika bekerja??
Kenapa uang yang harus jadi pertimbangan utama ketika bekerja??
Pertanyaan yang selalu menggelegak menyesakkan dada tiap kali mereka membicarakannya.

Apa esensi bekerja??
“Bekerjalah hai keluarga Daud sebagai suatu bentuk kesyukuran (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.”

Wujud syukur. Karena semua rezeki sudah ditetapkan kadarnya. Yang datang pasti akan datang. Dan Allah, lebih tahu cara mengirimkannya. Seperti Rasulullah yang meski sudah dijamin surga, masih terus sholat malam hingga kaki beliau bengkak. Syukur, dan sedikit dari kita, hambaNya, yang mampu bersyukur. Allah Maha Tahu..

Rasulullah tidak pernah mengkhawatirkan adanya kemiskinan pada umatnya. Beliau hanya khawatir ketika umatnya terlalu terlena dengan dunia. Dan sesuatu yang tak dikhawatirkan Rasulullah, tak usah kita terlalu merisaukannya.

Maka,
Bekerjalah Nak, sebagai bentuk kesyukuran kepada Rabbmu.
Bekerjalah Nak, dengan semurni-murni niatan.
Bekerjalah Nak, untuk sebuah pengabdian yang sudah terkontrak.

Kenapa uang yang harus jadi tujuan utama ketika bekerja??
Kenapa uang yang harus jadi pertimbangan utama ketika bekerja??
Semoga, bukan karena cinta dunia yang sudah melekat di hati kita. Semoga, hanya untuk sebuah cita yang melampaui ambang fana. Semoga, hanya sebagai salah satu dari berbagai ikhtiar untuk bertemu dengan ketetapanNya.

Semoga Allah selalu jaga hati-hati ini..

Advertisements

6 comments on “Bekerja, Apa Esensinya??

  1. Bukannya bekerja juga bentuk ikhtiar dari perwujudan mencari rezeki yang ditetapkan itu…
    Kalau bekerja hanya untuk mencari ilmu dan pengalaman, kayaknya itu jawaban yang terlalu naif…
    Kita tetap harus bekerja, sebagai ibadah seorang ayah menghidupi keluarganya yang gak lain mencari uang.

    • iyapp Mas..itu ada di paragraf kedua dr akhir 🙂

      ehehe..monggo Mas kalo mau disebut naif. tapi, orang2 naif ini ada lho di kehidupan nyata. karena dikit makanya gak keliatan ^^

      tepat Mas..bahkan kedudukan kepala keluarga yg mencari nafkah untuk keluarga itu sama dengan kedudukan jihad 🙂

      Sebenernya yg ditekankan di sini lebih ke masalah hatinya, niatnya bekerja. uang letaknya hanya di tangan bukan di hati. ehehe..

      Semangat kerja Mas.. (,”)9

  2. Biasanya klo tujuannya uang, ntar pas udah kaya akan mengalami kekosongan hidup.

    Sayangnya saya belun mampu nemahami bagaimana bekerja sambil ibadah, untuk saat ini tujuannya ya belajar. Ingin terus mencari pengalaman dan mencari ilmu pemasaran. Gitu level saya ha ha ha……

  3. Semoga bisa bekerja untuk ibadah, jadi bos nya bukan manusia, bos nya Allah, yang memberi rezeki juga bukan manusia tapi Allah :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s