Al Qur’an Sebagai Syifa’ (Obat) Hati

Al Maidah 118, sebuah ayat Al Qur’an yang diulang-ulang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dalam tahajud beliau. Tahu berapa lama sholat tahajud Rasulullah?
Jika dikira-kira mungkin dimulai dari jam 2 malam sampai selesai menjelang subuh. Lama kan. Pantaslah jika beliau menjadi manusia terlapang sejagad raya 🙂
Sholat selama hampir 2 jam dan hanya satu ayat yang dibaca. Kira-kira berapa banyak ayat ini terbaca??

Begitu pula dengan yang dilakukan istri beliau, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ketika mendapat fitnah dalam peristiwa Haditsul Ifki. Peristiwa tersebarnya kabar bohong beliau dengan Shofwan Ibn Muatil yang mendapat pemutihan langsung dari Allah.
Yusuf 87, ayat yang beliau radhiallahu ‘anha ulang sepanjang qiyamul lail beliau. Setiap kali beliau ulang, setiap kali itu pulalah beliau menangis.

Sebuah paku yang terus-menerus dipukulkan ke sebuah tembok, akan semakin dalam ia terhujam. Semakin terhujam, semakin kokoh pula paku tersebut tertancap di tembok. Sama. Semakin banyak kita ulang sebuah ayat, akan semakin dalamlah ia merasuk ke dalam hati.

Maka, begitulah cara Al Qur’an menyembuhkan hati kita.
Kenali penyakit yang diderita hati. Cari ayat yang dapat menyembuhkannya. Baca, tanya, cari tafsirnya. Tadabburi, pahami dan baca berulang. Berpuluh, beratus, beribu. Tergantung tingkat kesakitan yang diderita hati kita. Semakin parah sakitnya, tentu dosisnya harus semakin banyak. Tak lupa, selalu, mintalah pada Allah agar ayat tersebut dimasukkan ke dalam hati. Sampai kita dapat merasakan kesejukan dalam hati kita. Sampai kita merasakan getaran dalam hati kita. Lapang….insya Allah…

Sehingga, mengertilah kita ketika beberapa sahabat ada yang langsung terjungkal pingsan ketika mendengar ayat-ayat tentang ancaman atau menangis menahan kerinduan ketika mendengar ayat-ayat tentang surga dan keindahannya.

“Hayatilah Al Qur’an agar di akhir hayat nanti, Al Qur’an lah yang akan menghayati kita.”

-Sebuah tausyiah singkat dari Abi Syatori-

Semoga, selalu, Allah bersihkan hati-hati kita hingga menjadi sebuah hati yang mampu menyerap dan memancarkan cahayaNya..

Wallahu ta’ala a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s