Khalifah

“Sekarang aku paham Mbak apa yang dimaksud dengan khalifah..” sahutnya setelah bercerita panjang lebar tentang pengalaman kerja pertamanya.
Aku masih diam menatapnya sambil bersandar di dinding kamarnya. Menunggu lanjutan ceritanya.
“Sebagai manusia kita harus terus belajar Mbak..” lanjutnya dengan nada tekan khasnya pada kata ‘belajar’.
“Akal” sahutku tiba-tiba
Same thought, Dear 🙂

Ketika mendengar ceritanya, entah kenapa seketika teringat pada kisah Hayy bin Yaqdzon, si anak rusa. Sebuah kisah filosofis karangan Ibnu Tufail. Seorang cendekia muslim pada zamannya. Kisah seorang anak raja yang dibuang ke sebuah pulau dan akhirnya diasuh oleh seekor rusa. Sebuah kisah yang menginspirasi cerita The Jungle Book dan Tarzan.

Seorang anak manusia yang dipelihara seekor rusa, tumbuh, dan hidup di tengah kumpulan binatang pun pada akhirnya naluri manusianya bekerja. Ia menyaksikan dan mengamati sekitarnya secara mendalam. Perbedaan antara dirinya dengan binatang-binatang di sekitarnya. Binatang-binatang yang telah dikarunia persenjataan untuk melindungi diri sementara dirinya hanya telanjang tak memiliki apa-apa. Dengan akalnya, ia temukan cara untuk mempersenjatai dan melindungi dirinya sendiri.

Hingga tiba saat induknya mati. Ia berusaha untuk mencari hama apa yang menyebabkan gerak tubuh induknya sirna. Tanpa ada yang mengajari. Ia pun mengadakan sebuah penelitian. Dengan akalnya, ia temukan bahwa jasad hanyalah sebuah alat. Yang ia rindukan dari induknya, ada pada sesuatu yang meninggalkan tubuh induknya. Itulah ruh.

Hingga tiba saat ia mengganti sudut pandangnya. Ia tak lagi memperhatikan hewan-hewan semata. Ia mulai memperhatikan semua benda di alam raya. Hewan, tumbuhan, air, salju, tanah, api, asap. Dengan akalnya, ia temukan bahwa semua benda tersusun atas dua arti, makna kebendaan dan makna di luar kebendaan yang menjadi sifat yang menjadi pembeda antar benda.

Hingga sampailah ia pada semesta. Ia amati pergerakan matahari, bulan, dan bintang. Lalu menghubungkannya dengan pengamatannya tentang seluruh benda di alam raya. Sampailah ia pada pertanyaan apakah alam itu diciptakan setelah tiada? Atau, apakah alam adalah sesuatu yang dahulunya ada, dan tidak didahului tiada? Atau, apakah dia adalah sesuatu yang dahulunya ada dan tak pernah didahului tiada? Dengan akalnya, ia temukan bahwa alam ada disebabkan oleh Fail (pelaku) bukan dari waktu. “Sesungguhnya jika Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata padanya, ‘Jadilah! maka terjadilah ia’.”

Hayy, tak ada yang mengajarinya untuk berpikir. Naluri manusianya untuk terus belajar otomatis bekerja. Fitrah manusia.

Itulah manusia. Yang dengan fitrah belajarnya pada akhirnya ia ditunjuk menjadi seorang khalifah semesta dan dengan begitu bodohnya menyetujui sesuatu yang gunung pun tak kuasa untuk menanggungnya.
Itulah manusia. Yang meski tak dikarunia persenjataan dari awal untuk melindungi dirinya, tapi sudah disiapkan untuknya sebuah akal dan hati yang dapat terus digunakan untuk belajar mengolah alam sehingga semua tunduk menyerahkan diri melayani.
Itulah manusia. Yang jika dapat dengan sebenar-benar menggunakan akal dan hatinya, mampu mendamaikan alam raya.
Itulah manusia. Yang menjadi makhluk paling mulia karena akal dan hatinya..

Ustadz Budi Ashari pernah berkata,
“Mukjizat Al Qur’an hanya bisa dimengerti oleh mereka yang menggunakan akalnya..”
Dan Al Qur’an, itulah kunci segala..

Maka, gunakan akalmu untuk terus berpikir dan hatimu untuk terus merasa. Misteri semesta masih sedemikian luasnya…

Advertisements

3 comments on “Khalifah

  1. akal yang sesuai fitrahnya akan mencari kebenaran te arah Tuhannya semesta. PR kita, menjaga fitrah.

    #eeeh PR saya menjaga fitrah para bocah ini…semoga akal dan rasa selalu tunduk pada Ilah-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s