Raba Sendiri Maknanya

Anak kecil itu tersedu. Boneka beruang kesayangan pemberian ibunya yang tak pernah lepas dari tangannya, diambil ibunya. Setengah paksa. Sehari, dua hari ia mulai melupakannya. Tangisnya terhenti. Bonekanya yang lain masih banyak. Mulailah ia bermain dengannya.

“Boneka beruang Adek…” kata ibunya tetiba sambil menyodorkan boneka beruang yang kemarin telah membuatnya tersedu sedan cukup lama.
Anak kecil itu terpana sejenak menatap bonekanya. Sobekan di telinga boneka sudah tak ada. Ibunya, sudah rapi menjahitnya. Bonekanya sudah tak sekusam sebelumnya. Ibunya, sudah bersih mencucinya.

Sedetik…dua detik…
Dipalingkan wajahnya menatap wajah ibunya. Matanya berbinar, mulutnya terbuka. Berkata,
“Ibu, terima kasihhh…” sembari tersenyum ceria dan memeluk erat bonekanya.
Si ibu hanya tertawa. Mengacak rambut di kepala anaknya.

|-

Pola setiap fragmen kehidupan dari waktu ke waktu tak jauh berbeda. Ada ujian-kesenangan-penyikapan-penerimaan-kesyukuran-kepasrahan-keajaiban. Begitulah dari dulu Dia mengajarkannya, ne Lord… 🙂

~ pagi, berkeliling desa. Matahari mungkin masih tertutup awan. Tapi karenanya, cahaya bulan yang keemasan masih terlihat terang di langit selatan. きれい。。

Advertisements

2 comments on “Raba Sendiri Maknanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s