Hidupkan, Matikan, & Kumpulkan dengan Rendah Hati

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abi Sa’id radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan rendah hati, matikan aku dalam keadaan rendah hati, dan kumpulkanlah aku kelak dalam keadaan rendah hati.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1261)

img-20160920-wa0002

Penjelasan Hadits
Dalam hadits ini, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah dengan 3 permohonan:
1- Hidup dalam keadaan “miskin”
2- Meninggal dalam keadaan “miskin”
3- Dikumpulkan di akhirat kelak bersama orang-orang yang “miskin”

Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari kata “miskin” disini bukanlah miskin yang berarti kekurangan harta dan hidup melarat, melainkan maksudnya adalah tawadhu’ dan rendah hati.

Sehingga tidak ada kontradiksi antara hadits ini dengan hadits lain dimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari kemiskinan dan kefaqiran, karena kemiskinan dan kefaqiran punya 2 makna:
1- Merasa miskin dan butuh kepada Allah serta mengakui kehinaan dirinya di hadapanNya. Dan makna inilah yang diminta Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini.
2- Kemiskinan berupa kemelaratan dan kekurangan harta benda, dan makna inilah yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya. Karena kefaqiran bisa mendekatkan kepada kekufuran, sebagaimana dinyatakan dalam hadits lain.

Imam Munawi dalam kitab “Faidhul Qadir” menyebutkan bahwa Syaikh Zakariya ditanya tentang makna hadits ini, maka beliau berkata,
“maknanya yaitu memohon sifat tawadhu’ dan rendah hati serta tidak dijadikan dari kalangan orang-orang yang sombong dan orang-orang kaya yang terlena serta berfoya-foya.”

Dalam hadits ini pula dijelaskan tentang keutamaan orang-orang yang tawadhu’ dan rendah hati, dimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memohon supaya dimasukkan kepada golongan mereka. Padahal, hanya memohon supaya orang-orang yang tawadhu’ dimasukkan ke dalam golongan Nabi saja sudah cukup menunjukkan betapa mulianya mereka, maka lebih lagi Nabi memohon supaya dirinya yang dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang tawadhu’ tersebut.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjadikan kita diantara golongan orang-orang yang tawadhu dan rendah hati. Aamiin ya robbal ‘alamin.

Wallahu ta’ala a’lam
Ustadz Fathul Ulum Lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s