3 Inti Perasaan

Ingat konsep warna??
Tiga warna primer: merah, hijau, biru.
Lalu, dari ketiga warna dasar inilah tercipta warna sekunder dan tersier.
Begitulah yang ada di benak ketika mendengar penuturan Abi Syatori tentang hati sebagai sumber segala rasa dalam hidup.

Ada berapa banyak rasa yang bisa kita rasakan dalam sebuah hati kita??
Satuan?? puluhan?? ato mungkin ratusan??

Seperti halnya warna. Dari sebanyak rasa yang hati kita dapat rasakan, pada dasarnya intinya hanya ada 3. Rasa yang lain hanyalah turunan dari ke tiga inti dasar perasaan tersebut.

“Sesungguhnya, orang-orang yang berkata,
‘Tuhan kami adalah Allah’
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),
– Janganlah kamu merasa takut
– Janganlah kamu bersedih hati
– Bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu”
[Fussilat: 30]

Tiga inti perasaan itu ada disana. Di surah Fussilat ayat 30.
1- Janganlah kalian TAKUT (dengan urusan dunia) [Al Khauf]
2- Janganlah kalian SEDIH (dengan urusan dunia) [Al Khuznu]
3- GEMBIRA lah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu [Al Busyro]

Takut, sedih, gembira. Jika ketiga inti perasaan ini bisa dikelola dengan baik, maka hidup akan menjadi istiqomah.

Lalu, bagaimana cara mengelolanya??
Masukkan ketiganya ke dalam dimensi akhirat. Takutlah jika Ia murka, sedihlah jika akhiratmu hilang, gembiralah jika jarak dengan surga semakin mendekat. Tak usah takut dan sedih jika hanya dunia yang hilang. Gak penting-penting banget kok. Toh, nanti juga semuanya akan ditinggalkan tho. Bayangkan saja kegembiraan abadi negeri akhirat..

Kalo masih merasa berat meninggalkan dunia sebelum benar-benar meninggalkan dunia, minta saja padaNya. Allah itu baik kok. Minta saja, supaya dilapangkan dada. Minta saja, Allah akan beri. Minta saja, Allah itu penepat janji..

Semua akan menjadi kekal haqiqi jika latar belakang dan tujuannya adalah sesuatu yang juga kekal haqiqi. Akhirat…

Advertisements

11 comments on “3 Inti Perasaan

    • Khauf (takut), masuk ke inti.

      Mahabbah (cinta), turunan dari rasa bahagia.
      Kita bisa cinta biasanya karena adanya rasa bahagia yang dibuat oleh seseorang pada kita. Dari rasa bahagia itulah timbul cinta. begitu penjelasan ustadz syatori.
      Klo digabung dgn teori lain,
      Cinta biasanya ada karena pemberian yg diberikan seseorang pada kita. Pemberian Allah yg sedemikian banyak pada kita, akan mendatangkan rasa bahagia. Rasa bahagia inilah yg mendorong kita untuk semakin mencintaiNya.

      Raja’ (harap), mungkin bisa menjadi turunan dari rasa bahagia.
      Karena kita dibahagiakan hingga kita percaya untuk menaruh harapan pada yang membahagiakan. Allah memberi banyak kebahagiaan pada kita, dengan bukti tsb maka kita percaya untuk menaruh harapan padaNya agar memberi kebaikan yang lebih banyak lagi. Kalau ini, karangan saya sendiri. CMIIW ^^

      wallahu’alam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s