“Kenapa Allah tempatkan disini, di tempat ini??”
Sebuah pertanyaan yang hampir terlupakan.

Sebuah pertanyaan yang menjadi semacam rumusan masalah yang akan digunakan untuk menetapkan tujuan. Semacam mercusuar, ketika terombang-ambing dalam arus kehidupan yang menawarkan banyak pilihan. Sebuah pertanyaan yang akan menentukan seberapa besar pertolonganNya akan datang.

Akan ada lebih dari satu jawaban. Tergantung peran yang dijalankan. Dan, ketika sebuah peran berkurang, saatnya menanyakan kembali,
“Peran apa lagi yang ingin dijalankan??”

Lalu kemudian, ketika sebuah tujuan sudah terancang, langkah-langkah pun dilakukan hingga terciptalah sebuah perjalanan.

Pun ketika perjalanan itu tersendat, ada sebuah pemberhentian sejenak untuk kembali berbicara pada diri. Menanyakan pada hati,
“Kemanakah engkau, wahai hati, berbalik saat ini. Akhirat kah atau dunia??”

Karena ada saat, Allah membuat rintangan penghalang untuk menyadarkan bahwa diri terlalu banyak membawa beban dunia. Lepaskan. Sucikan.

Semoga, ketika semua sudah dikembalikan ke tujuan penciptaan, Dia berikan pertolongan.

intansurullaaha yansurkum wa yutsabit aqdhaamakum..

Pada akhirnya, dalam sebuah refleksi, yang pertama kali harus dilihat adalah hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s