Mind Travelling

“Perjalanan menemui akhir kala sudah menemukan pengertiannya, bukan tempatnya..”

Indah kan, kalimatnya…
Keambiguan makna adalah karakter rangkaian kata.
Gambaran seperti apa yang terbesit ketika membacanya??

Ada perjalanan. Ada tempat yang dituju. Dan ada, sebuah pemaknaan.
Manusia pejalan yang menyukai berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain dan menyatakan akhir perjalanannya adalah sebuah pemaknaan. Akhir, bukanlah sampainya ia pada tempat tujuan. Akhir, adalah sebuah pemahaman tentang jagat alam. Akhir, adalah ketika ada satu puzzle yang lagi-lagi mengisi rangkaian gambaran dunia dalam hatinya.

Tapi, rangkaian kata diatas hanyalah sebuah kalimat buatan manusia yang penafsirannya tak seketat menafsirkan kalimat buatan Sang Pencipta semesta.

“tempatnya” tak harus berarti ada sebuah sebuah perjalanan nyata melangkahkan kaki menuju tempat yang menjadi tujuan kita. Terkadang, kita terhenti pada sebuah tempat yang sama. Meski demikian, perjalanan akan tetap ada. Perjalanan yang akan menuntun pada sebuah pemaknaan akan apa yang menjadi inginNya. Hingga kemudian, akan Ia lepaskan talinya sekaligus Ia berikan kuncinya. Kunci untuk membuka pintu perjalanan selanjutnya.

The peak is waiting. Flying.

Karena ada saat, Ia menyuruh kakimu berhenti sebentar melangkah hanya untuk membiarkan otakmu mengembara, melewati batas yang tak terlewati langkah. If it’s the case then, let’s do the mind travelling. Grasp the universe with your mind, with your brain.

Pun, ketika langkah kakimu hanya bisa mengantarmu dari 0 ke 1, sel abu-abu di otakmu mampu mengantarmu dari 0 ke tak hingga. Karena otak adalah sebuah tempat yang sangat luas, hanya sayang ia terpenjara dalam sebuah tempat yang sempit. Begitu kan, kata Carl Sagan.

“We began as wanderers,
and we are wanderers still.
We have lingered long enough,
on the shores of the cosmic ocean.
We are ready at last to set sail,
for the stars.”

Meski terkadang kau tak bisa menahannya kan. Rasa untuk menapak kaki melewati setiap ceruk di dunia nyata. Melihat semesta dengan mata.

Tapi, percaya bahwa setiap kejadian ada ajalnya. Dan ini, tak akan lama..insya allah..

Wa bassyiris shobirin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s