Obrolan Warung Pinggir Sawah

“Setiap dosen di tempat kita punya karakternya sendiri-sendiri. Gak salah kan aku nempatin dia ngajar mata kuliah itu.” yah, begitu kurang lebih perkataan mas calon kaprodi.

“Ada yang pintar negoisasi. Nah, dari sana kita bisa belajar bagaimana cara bernegoisasi. Setiap dari kita belajar dari yang lain.” lanjutnya, kalo gak salah..

“Kalo aku sih, orangnya gak bisa basa basi busuk.” lanjutnya lagi..

Saya pun angkat tangan sambil bilang,
“Sama mas~”

Begitulah, obrolan terakhir sebelum pulang dari nongki di Warpisa. Setelah colut dari kondangan sekaligus colut dari kampus sekaligus ngendon dari sebelum asar sampe setelah magrib.

Obrolan yang membuat sesek dada. Karena begitu banyaknya yang harus dipelajari. Karena merasa tertinggal jauh dari mereka-mereka, saudara seperjuangan di prodi. Karena bingung spesialisasi gue apaan??

Seperti siput yang keluar dari cangkang lalu silau melihat cahaya. Jika pun dibuat list apa saja yang harus diimprove, sepertinya akan nampak panjangnya.

Kata seorang kawan,
“Dosen itu mengenai manajemen diri.”

Pekerjaan beraneka rupa isinya pikiran semua. Ehmm…ada fisiknya juga sih. Berdiri presentasi.

Seperti seorang introvert yang harus berada di wilayah makhluk-makhluk extrovert. Tak cuma materi pemikiran, tapi juga materi percakapan. Tak cuma materi penelitian, tapi juga materi pengabdian.

Ada zona nyaman yang harus terus diperlebar. Ada zona tak nyaman yang harus terus diterjang. Ada pemikiran-pemikiran yang harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Ada hal-hal tak terpikirkan yang harus menjadi bahan perhatian. Ada strategi-strategi yang harus kembali dirancang. Ada loncatan-loncatan kreativitas yang harus diciptakan. Ada banyak bahan bakar kehidupan yang harus terus ditemukan lalu dinyalakan. Ada kekritisan yang harus terus digali.

Lalu??

Lalu, entah. Ini, tulisan yang belum selesai disimpulkan.

Hanya ingin mengumpulkan keberanian dan menata kembali tujuan. Hanya ingin memberikan kembali untuk mereka-mereka yang sudah terlalu banyak memberi…

Untuk mereka atau untuk diri??
Tepatnya, hanya untuk Illahi, kan…

Advertisements

3 comments on “Obrolan Warung Pinggir Sawah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s