Untukmu, Para Ahli Ilmu dan Pembelajar

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam memelihara dan menjaga ilmu, agar ianya tetap ada dan tak hilang ditelan masa.

***

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam hal memperdalam, menggali, meneliti, dan meraih hakikat kebenarannya, agar kian meningkat dan bertambah nilainya.

***

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam beramal dengannya, agar ilmu itu menghasilkan buah termanisnya.

***

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam mengajarkannya pada penuntut ilmu, agar ilmu itu menjadi bersih dan suci (terbayar zakatnya).

***

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam menyebarkannya dan mensyi’arkannya, agar manfaat ilmu itu semakin luas merata.

***

Seorang alim -dan muta’allim- bertanggung jawab dalam menyiapkan pelanjut yang kan mewarisi dan memikulnya, agar mata rantai ilmu terus bersambung tanpa putus.

***

Dan sebelum itu semua, alim -dan muta’allim- bertanggung jawab untuk IKHLAS dalam ilmunya karena Allah semata, agar diterima olehNya sebagai pengabdiannya.

[Taujih Dr. Yusuf Al-Qardhawi]

Hampir Saja

Buih-buih ombak menggulung segala cita
Membuka lebam berkepanjangan
Tak tahu kapan berkesudahan
Hampir saja
Semua mimpi runtuh bersama buliran peluh
Berhamburan bersama keluh
Tanpa hati yang teguh, mungkin pasrah akan tumbuh
Muram
Tertimbun sekam
Luruh harapan
Maukah kau duduk bersama saya?
Memungut dan merapikan lagi
Reruntuhan mimpi yang berurai
Merangkai harapan dengan sangat hati-hati
Lalu mengibaskan ke segala penjuru bumi

[Asril Novian Alifi, Indonesia Mengajar]

Tholabul ‘Ilm

Diterjemahkan bebas oleh Ustadz Salim A Fillah,

***

Selami kehati-hatian suci duhai penuntut ilmu,
jauhi nyenyak dan tinggalkan kenyangmu.
Langgengkan belajarmu dan jangan beranjak.
Dengan dikaji, ilmu tegak, kian menanjak.
Layani ilmu dengan khidmah penadah faidah sejati.
Langgengkan pembelajarannya dengan perilaku terpuji.

Az Zarnujy, Ta’limul Muta’allim

***

SEMANGAT THOLIBAT (^^)9

“Pancaran kebaikan yang sangat kuat dari diri seseorang mampu membaikkan orang lain meski seseorang tersebut tidak mendakwahkannya” ~Awan Abdullah

Jikalau pancaran kebaikan itu masih lemah, maka masih ada jalan lain,

” sebaik-baik kita memberi nasihat pada orang lain adalah dengan doa” ~Syatori Abdur Rauf

Moon


Be the moon in somebody’s night.
Be the yusr (ease) in somebody’s usr (hardship).

πŸ™‚ just love the words πŸ™‚

~Yasmin Mogahed
[image]

The Shark and The Goldfish

“Jangan menangisi ataupun meratapi hal yang tidak ada lagi. Cepat-cepatlah berenang. Meskipun dengan meneteskan air mata. Segeralah berenang dengan cepat, cepat, dan antusias. siapa tahu justru hal-hal yg baru justru ada di ujung sana. Dan, berhentilah hidup di masa lalumu..” begitu nasihat si Gordy

πŸ™‚ Jon Gordon πŸ™‚

[image]

Keinginan-Keinginan Itu…

Islam mengajarkan bahwa tujuan hidup manusia yang paling tinggi adalah mengabdi kepada Allah, dan ini merupakan pangkal kebahagiaannya. Kebahagiaan bukanlah terletak pada terpenuhinya segala keinginan sebagaimana dipahami banyak orang, tetapi ketika ia mampu mengendalikan keinginannya, sehingga ia bisa sampai pada fitrahnya yang paling tinggi, yaitu menjadi hamba Penciptanya Yang Maha Sempurna. Namun, ketika jiwa hewaninya yang berkuasa, maka yang terjadi adalah manusia mengabdi kepada dirinya sendiri, alias kepada hawa nafsunya sendiri. ~ Dr. Wendi Zarman

Keinginan-keinginan itu, selalu pangkalkan pada ridhoNYa, jika bisa. Jika belum, ridhoNya itu cukup dan Ia akan mencukupkan. Insya Allah..
Moga Allah lapangkan…

..Jurnalisme akan membunuhmu tapi ia akan membunuhmu dengan keanggunan Illahi..

|Toety Azis|