78: 12-16

Tujuh langit yang kokoh dibangunNya. Pada langit terendah, dijadikanNya sebuah pelita yang terang benderang. DiturunkanNya air hujan dari segumpal awan. Air langit menumbuhkan apa-apa yang ada dalam bumi. Biji-bijian, tanam-tanaman, dan kebun-kebun yang rindang.

Advertisements

[QS 80:11-42] Kiat Qur’ani Berinteraksi dengan Al Qur’an

Sudahkah kita memiliki alarm qur’ani dalam diri kita?? (ayat 11-16)

Ayat 11 diawali dengan ‘Kallaa’. Dalam tafsir Al Qur’an, Kallaa menunjukkan “Larangan yang kuat untuk tidak melakukan sesuatu”. Dalam terjemahan “Sekali-kali jangan begitu!”
Jangan melakukan apa??
Ayat sebelumnya (ayat 1-10), mengabaikan orang yang bersegera datang untuk mendapatkan pengajaran Al Qur’an, untuk menjadikan Al Qur’an sebagai tadzkirah.

Al Qur’an adalah tadzkirah. Apakah tadzkirah itu??
Tadzkirah adalah alarm dan sinyal-sinyal yang kuat. Seperti rasa lapar merupakan alarm kita untuk segera makan. Kalau seseorang tak pernah merasa lapar, berarti dalam tubuhnya ada yang bermasalah. Sama seperti orang yang tak pernah merasakan alarm Al Qur’an, berarti ada masalah di dalam hati atau jiwanya.

Continue reading

[Qawaid Qur’aniyah] Kaidah 9b

Hidup adalah perjalanan menjadikan semua masalah sebagai kesempatan untuk menjadikan diri lebih baik.. ~Syatori Abdur Rauf

Dan ternyata, kajian hari ini masih melanjutkan kaidah ke-9 yang kemarin. Tentang tsiqqah pada Allah. Lebih banyak mengulang, sedikit tambahan.

Apapun konsep hukum yang tidak didasarkan rasa tsiqqah pada Allah, hanya akan menimbulkan konflik kehidupan. Misalnya emansipasi wanita atau sekarang biasa disebut dengan kesetaraan gender. Dalam buku Qawaid Qur’aniyah, Doktor Umar Ibnu Abdillah menyebutkan beberapa pendapat dari beberapa tokoh pergerakan wanita.

Continue reading

[Qawaid Qur’aniyah] Kaidah 9a

“..dan tidaklah laki-laki itu seperti perempuan..” Ali Imran: 36

Ali Imran ayat 36 menjadi kaidah ke-9 dalam kitab Qawaid Qur’aniyah. Ayat ini secara khusus menempa perempuan untuk melihat sejauh mana perempuan bisa tsiqqah (percaya) kepada keputusan Allah Ta’ala.

Kesalahan kita sebagai manusia adalah terkadang kita membuat sesuatu yang seharusnya bukan masalah menjadi masalah dan yang sebenarnya masalah dianggap bukan masalah.
Didiamkan temen, masalah kah?? bukankah dengan begitu kita bisa mempunyai lebih banyak waktu dengan Allah..
Ujian tidak lulus, masalah kah?? bukankah dengan begitu kita bisa menggali ilmu lebih dalam lagi..
Ketahuilah bahwa, salah satu masalah kita yang sesungguhnya adalah belum bisanya kita untuk sepenuhnya tsiqqah pada Allah.

Continue reading

[Qawa’id Qur’aniyah] Kaidah 8

“..dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” Az Zumar: 7

Inilah ayat yang menjadi kaidah ke-8 dalam kitab Qawa’id Quraniyah. Sebuah kitab yang ditulis oleh Umar Ibnu Abdillah yang berisi 50 kaidah yang diambil dari ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an dan menjelaskan penafsirannya (CMIIW, karena gak ikut kajian dari awal jadi gak dapet keterangan kitabnya 🙂 )

Seorang manusia tidak akan menanggung dosa orang lain. Dosa seorang istri juga akan ditanggung sendiri oleh istri. Meskipun suami juga bisa terkena (bukan menanggung) dosa istri jika dosa tersebut disebabkan karena kelalaiannya. Jika seorang istri mempunyai dosa 10 dan itu disebabkan karena kelalaiannya sendiri maka 10 dosa tersebut ditanggung sendiri. Tapi jika dosa yang dilakukan istri tersebut ada andil kelalaian suami maka suami juga akan terkena 10 dosa sang istri tersebut. Begitu juga dosa seseorang yang menunjukkan pada keburukan. Orang yang melakukan keburukan menanggung dosanya sendiri, orang yang menunjukkan pada keburukan juga terkena dosa keburukan tersebut.

Continue reading

Fitrah Manusia dalam Al Qur’an

Dalam proses penciptaannya, manusia dibuat dengan sari pati tanah yang berbau busuk kemudian Allah meniupkan roh-Nya ke dalam diri manusia tersebut. Karena proses itulah, maka manusia mempunyai dualisme sifat. Sifat tanah dan sifat Ilahiah.

Dulu, saya pernah menulis tentang Sifat Dasar Manusia dalam Al Qur’an yang isinya adalah kecenderungan manusia dengan sifat tanah-nya. Dan, alhamdulillah, kali ini saya menemukan sifat tandingannya yaitu sifat Ilahiah-nya tanpa harus ngoprek Al Qur’an karena bahan ini saya dapat dari bukunya Tauhid Nur Azhar, Mengenal Allah lewat Alam Sains dan Teknologi.

Tidak kurang dari 11 karakter fitrah insaniah yang disebutkan dalam Al Qur’an. Setiap manusia, siapapun, dan dimanapun berada memiliki ke-11 karakter tersebut. Isi ayatnya lihat sendiri di Al Qur’an ya..sekalian baca tafsirnya satu persatu juga boleh 🙂
1. Dikarunia rezeki yang tak terhingga
Lihat di QS Ali Imran [3]:37 dan Saba’ [34]: 24.

Continue reading

“Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta apa-apa yang dibinanya, dan bumi serta apa-apa yang dihamparkannya, dan demi jiwa serta penyempurnaannya, lalu Dia Allah mengilhamkan kepadanya mana yang buruk dan mana yang baik. Sesungguhnya telah mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan (jiwa) nya. Dan merugilah orang yang mengotorinya.” [Asy Syam: 1-10]

“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi mereka dari Allah apa-apa yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” [Az Zumar: 47-48]

“Katakanlah, ‘Maukah kalian kami kabarkan tentang orang-orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedangkan mereka menyangka telah mengerjakan dengan sebaik-baiknya.'” [Al Kahfi: 103]

“..Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” [Al Kahfi: 110]

Q.S. Al Baqarah: 269 [Al-Hikmah]

“Allah telah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (QS Al Baqarah [2]:269]

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengaitkan hikmah dengan benarnya pemikiran, perkataan, dan perbuatan (Tafsir Tanwir al-Miqbas). Sedangkan Sayyid Quthb rahimahullah (Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an) menafsirkan bahwa mereka yang dianugerahi hikmah adalah mereka yang diberi anugerah sikap moderat, tidak berbuat keji, dan tidak melampaui batas. Diberi anugerah pemahaman tentang sebab akibat sehingga tidak akan salah dalam menilai berbagai persoalan. Diberi anugerah penglihatan yang tajam sehingga bisa menuntun ke arah yang benar, baik dalam bertindak maupun berbuat.

Masih menurut Sayyid Quthb rahimahullah, hikmah ini diberikan Allah kepada siapa yang dikehendakiNya dari kalangan hamba-hambaNya. Terserah Allah mau diberikan kepada siapa. Di waktu yang sama, Al Qur’an menetapkan hakikat yang lain. Yaitu, siapa yang menginginkan petunjuk dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya, maka Allah akan membantunya.

Continue reading

Kisah Bani Israil

Ini adalah salah satu kisah dari banyak kisah Bani Israil yang diceritakan dalam Al Qur’an. Kisah Bani Israil yang meminta ganti minuman yang manis dan burung yang lezat yang bisa didapat dengan mudah dengan bawang putih, bawang merah, dan adas.

Ingat??
Jika lupa, coba buka mushafnya. Al Baqarah (2): 61.
Tidak bawa mushaf??
Coba buka hapenya. Klik Al Qur’an digitalnya.
Tidak ada aplikasinya??
Oke, saya ceritakan saja kisahnya. Asal setelah ini, jangan pernah lupa untuk membawa mushaf anda dimanapun anda berada.

Continue reading

Maka Taatlah…

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya,
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
dan orang yang menunaikan zakat,
dan orang yang memelihara kemaluannya,
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
Tetapi barangsiapa mencari dibalik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janji-janjinya,
serta orang yang memelihara shalatnya.
Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
(yaitu) akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

[23:1-11]

Karena sesungguhnya rumah kita sebenarnya adalah di surga,
Maka taatlah..
Setaat Ibrahim ketika meninggalkan Ismail dan Siti Hajar,
Setaat Ibrahim ketika akan menyembelih Ismail,
Setaat Ismail ketika akan disembelih Ibrahim,
Setaat Siti Hajar ketika merelakan Ibrahim dan Ismail melakukan ketaatan.
Dan kisah mereka pun mengakar, melintasi peradaban.

Taatlah, berat atau ringan, suka atau tidak suka.
And, you’ll see the light at the end of the journey..

Allah~Rasulullah~Jannah