3 Inti Perasaan

Ingat konsep warna??
Tiga warna primer: merah, hijau, biru.
Lalu, dari ketiga warna dasar inilah tercipta warna sekunder dan tersier.
Begitulah yang ada di benak ketika mendengar penuturan Abi Syatori tentang hati sebagai sumber segala rasa dalam hidup.

Ada berapa banyak rasa yang bisa kita rasakan dalam sebuah hati kita??
Satuan?? puluhan?? ato mungkin ratusan??

Seperti halnya warna. Dari sebanyak rasa yang hati kita dapat rasakan, pada dasarnya intinya hanya ada 3. Rasa yang lain hanyalah turunan dari ke tiga inti dasar perasaan tersebut.

Continue reading

Dampak Buruk Menjauh Dari Majelis Ilmu

Menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan da’wah dapat mengeraskan hati.

Al Hasan al Bashri berkata,
“Sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akhirat.”

Usahakan untuk selalu hadir di majelis ilmu atau minimal dua majelis ilmu dalam sepekan di masjid. Jika kita masih beranggapan bahwa mendengar kaset (atau radio) saja sudah cukup, maka kita telah keliru dalam berpikir. Sungguh, kita sangatlah butuh hadir di masjid. Ketika kita duduk di majelis ilmu dalam masjid, para malaikat akan mengelilingi, sakinah (ketenangan) akan menaungi, rahmat akan turun kepada dan Allah akan memuji di hadapan para malaikatNya.

Demi Allah, ini sesuatu yang lain dari yang lain.

Oleh karena itu, kita dapati kebanyakan mereka yang tergelincir adalah mereka yang melalaikan majelis ilmu. Maka, rutinlah hadir di majelis ilmu, jagalah, dan ikuti jadwal-jadwalnya setiap pekan. Niscaya kita dapati semangat keimanan yang baru. Jika disana terdapat kekurangan, maka akan segera membaik atau bila terdapat retak pasti tertutupi, insya Allah.

Rahasianya, ketika engkau hadir di majelis-majelis ilmu, keimananmu akan meningkat.

Kamu dulu selalu menyertai para masyaaikh di awal iltizam, lalu salah seorang sahabat kami absen.
Syaikh bertanya tentangnya, mereka berkata,
“Ia sedang asyik membaca sebuah kitab sehingga tidak bisa datang.”
Syaikh berkata,
“Kabarkan kepadanya, bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri.

Memang benar, hadir di majelis-majelis ilmu untuk mencari berkah, barangkali ada salah seorang hadirin yang mustajab doanya. Apabila ia mengaminkan doa syaikh, niscaya akan dikabulkan doa dan Allah akan merahmati seluruh hadirin. Dengan begitu, engkau akan memperoleh kemenangan yang besar.

Dalam hadits disebutkan,
“Mereka adalah satu kaum yang tidak akan rugi orang-orang yang bermajelis dengan mereka.” (muttafaqun ‘alihi)

Oleh karena itu, salah seorang sahabat Nabi berkata kepada temannya,
“Bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan iman sesaat.”

Kemudian, apa yang engkau kerjakan jika engkau tidak hadir??
Kesibukan-kesibukan dunia, ambisi-ambisi rendahan, bisikan-bisikan setan!

Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa, masjidlah tempat kembali kaum mu’minin. Kembalilah ke masjid, hadirilah halaqah ilmu. Berlindunglah kepada Allah niscaya Allah akan melindungimu. Janganlah berpaling, karena Allah akan berpaling darimu.

~Dari terjemahan Min Asbaab Al-Futur wa ‘Ilaajuhu karya Muhammad Husain Ya’qub, Pustaka At Tibyan Solo, diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ihsan Al Qtsari, MA~

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, sesungguhnya para penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu hingga ikan-ikan di lautan -Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam-

Pulang, Yuk…

Ada yang rindu pulang??
Hidup ini untuk apalagi kalau bukan untuk pulang ke haribaan Ar Rahman. Tujuan utama kita dihadirkan di alam dunia ini adalah untuk menyiapkan diri agar bisa pulang kembali ke langit dengan selamat. Mereka yang sudah menyadari hakikat hidup ini, ia akan selalu berusaha untuk memastikan bahwa apapun yang dilakukan selama hidup ini hanyalah untuk kepulangannya ke akhirat.

Lalu, bagaimana cara kita memastikan bahwa kita bisa selamat sampai di tujuan?? apa ukurannya??
Tanda kita telah sampai di tujuan adalah sebelum ajal datang merenggut, kita telah sampai di ‘tempat’ perjanjian antara kita dengan sang penjemput…malaikat maut. Kita telah siap menunggu malaikat maut datang. Malaikat maut akan tersenyum bahagia manakala saat ia datang menjemput, kita dalam kondisi sudah berada di ‘tempat’ perjanjian antara kita dengannya.

Continue reading

Level Berpikir dan Golongannya

Oke, mari kita gabungkan ilmu yang didapat dari Ustadz Hanan Attaki dan Abi Syatori. Ustadz Hanan Attaki di bagian level berpikir manusia sedangkan Abi Syatori di bagian golongannya. Ini sebenarnya dua kajian dengan tema yang berbeda. Karena dirasa nyambung, jadi saya satukan saja.

Level 1. Jahiliyah dan Golongan Tradisionalis
Level berpikir jahiliyah adalah level berpikir paling bawah yang masih mempercayai berbagai macam takhayul. Abi Syatori menyebutnya golongan tradisionalis karena memang tindakan-tindakan yang dilakukan oleh golongan dengan level berpikir ini masih irasional.

Misal;
Ketika terjadi gerhana, mereka akan berpikir bahwa bulan sedang dimakan oleh raksasa.
Ketika ada petir, orang Mongol akan bersembunyi karena mereka mengira bahwa petir adalah tanda kemarahan dari dewa Tengri.
Ketika ada bintang jatuh (meteor), mereka akan menganggap saat itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Dan lainnya..

Continue reading

Zionisme Internasional

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya). Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagiNya).”

Surah Al Anbiya ayat 16-18 menjadi latar belakang adanya pembahasan masalah ini. Akan selalu ada pertentangan antara yang hak dan yang batil sampai akhir zaman.

Continue reading

Kalimat Indah dari Seorang Ulama

Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.
Juga tidak bisa menggariskan kepastian masa depan.
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.

Kalau merasa jalan sudah makin sempit,
kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib…
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang,
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.
Tetapi, Titanic tenggelam,
Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.
Taufik hanya dari Allah swt.

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.
Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali…

Kita tinggal di sini hanya untuk sementara.
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
Maka berusahalah semampumu,
untuk mengejar kafilah orang-orang shalih,
yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas,
di akhirat sana…
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh
Atau karena ditinggal orang tercinta…
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat.

Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga,
sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

~0~

Imam Ahmad suatu ketika ditanya oleh seseorang,
“Kapan manusia menemukan waktu istirahat?”,
Beliau menjawab,
“Saat pertama kali ia tiba di surga.”

“Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Al-Qashash: 83)

Lelahnya mengejar dunia…
Mengejar sesuatu yang tak pasti,
Layaknya mengejar bayang-bayang yang tak jelas…
Rindunya kampung akhirat….
Tempat kembali senyaman nyamannya…
Kun fiddunnya ka annaka ghoribun ao ‘abiru sabilin…

[Status FB temen yang wajahnya luar biasa sejuk..]

Refresh-Repent-Purify the heart-back to Him-back to Him-and back to Him
MerindukanMu dan naungan sayap-sayap malaikatMu..sangat

“With me is My Lord, He will guide me”

Perdebatan Imam Ahmad dan Imam Syafi’i

Perdebatan Imam Ahmad dan Imam Syafi’i tentang status kafir orang yang meninggalkan sholat.

Pendapat Imam Ahmad
* Mereka yang meninggalkan sholat dengan sengaja dihukumi kafir
Pendapat Imam Syafi’i
* Mereka yang meninggalkan sholat dengan sengaja tidak dihukumi kafir

“Wahai Imam Ahmad, jika orang yang meninggalkan sholat termasuk kafir, bagaimana caranya agar bisa kembali menjadi muslim?” tanya Imam Syafi’i
”Kembali bersyahadat..” jawab Imam Ahmad
“Bagaimana jika dia termasuk yang sering bersyahadat meskipun tidak pernah sholat?” tanya Imam Syafi’i
“Kalau begitu agar bisa kembali menjadi muslim, ia harus sholat.” jawab Imam Ahmad
“Bagaimana dia bisa sholat kalau statusnya kafir? Bukankah syarat untuk sholat adalah ia muslim?” tanya Imam Syafi’i lagi
Imam Ahmad pun terdiam…

Kesimpulan,
Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dihukumi kafir di hadapan Allah. Sedang untuk urusan muamalah, dia masih berstatus muslim yang harus dipenuhi hak-haknya sebagaimana seorang muslim.

Ustadzah Erika..

Formula ayam-telur

Sempitnya Waktuku..!!

sempitnya waktu

Apakah kita..

Sering luput dzikir pagi dan petang??
Merasa tidak sempat sholat rawatib??
Merasa sibuk untuk menghadiri majelis ilmu??
Kehabisan waktu untuk membaca 1 halaman Al Qur’an??
Merasa lelah ketika akan sholat malam??
Dan kehabisan agenda untuk mengunjungi teman yang sakit??

Tetapi kita..
Selalu sempat menonton berita di internet.
Tidak pernah ketinggalan update dan mengikuti status di facebook.
Selalu aktif berkomentar dalam grup-grup whatsapp.
Dan, tidak pernah absen dalam menghadiri majelis ghibah dan senda gurau..

Apakah kita..

Merasa waktu kita sangat sempit dan sedikit untuk melakukan hal-hal bermanfaat??
Merasa kesibukan dunia kita terlalu padat sehingga sering berudzur meninggalkan ibadah kita??

Mungkin..itu tanda tidak adanya keberkahan dalam waktu kita..

Continue reading

Yang Telah Banyak Ditinggalkan

Banyak ditemui di zaman ini,
Orang-orang yang memamerkan ibadah-ibadahnya..
Penuntut ilmu yang membanggakan banyaknya kitab yang sudah dikaji..
Pengajar yang membanggakan banyaknya mad’u..
Orang kaya bersedekah dengan liputan media..
Sampai ibu rumah tangga yang setiap hari memajang foto masakan untuk memamerkan kepiawaiannya memasak.

Itulah fenomena saat ini, didukung dengan perkembangan media terutama internet dan media sosial yang membuat banyak orang senang mempublikasikan setiap kegiatannya, kehebatannya, ibadahnya, kedermawanannya, sampai hal sekecil-kecilnya, untuk mencari ketenaran, komentar, berupa dukungan, pujian, atau bahkan sekedar acungan jempol. Yang lebih mengherankan, sebagian orang bahkan mempublikasikan amalan yang sebenarnya jarang atau tidak ia lakukan, naudzubillah..

Bila kita membuka lembaran-lembaran sejarah para Salaf, akan kita dapati kisah-kisah keikhlasan dan semangat menyembunyikan amalan mereka dari pandangan orang, yang akan membuat kita malu. Amalan mereka besar tapi mereka menyembunyikannya sedangkan amalan kita begitu kecil, tetapi kita memamerkannya. Amalan mereka begitu rapat tersimpan, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, diri mereka, terkadang sebagian orang terdekat mereka, bahkan beberapa diantaranya tidak diketahui siapa pun dan baru terungkap setelah mereka wafat. Sungguh sesuatu yang langka dan telah banyak ditinggalkan di zaman ini..

Continue reading

Agar Kita Tahu

Saved

***

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Syam, Iraq, dan Persia untuk Islam??
Umar bin Khattab radhiallahu’anhu (beliau seorang Sunni, musuh Syi’ah nomor wahid)

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Sindu dan India untuk Islam??
Muhammad bin al-Qasim (beliau Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Afrika Utara untuk Islam??
Qutaibah bin Muslim al-Bahily (beliau Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan Spanyol untuk Islam??
Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nashir (keduanya Sunni, anti Syi’ah)

Continue reading