Anasir Dunia Itu…

Harta, kedudukan, prestise, pandangan manusia, dan 1001 anasir dunia lainnya. Jika sedemikian memberatkan kenapa masih di bawa juga??
Bukankah semua akan lebih ringan jika ditinggalkan. Ini semua, tidak relevan dengan seluruh perjalanan menuju tujuan.

Jikalau, dunia ini hanyalah sebuah permainan. Kita tinggal menjadikan dunia itu sebuah bola baseball, pukul sejauh-jauhnya and…yess, home run..!!
Lepaskan bat di tangan. Lalu, berlarilah sekuatnya menuju base. Skor pun tercetak di akhir. Banyak.
Bukankah begitu, seharusnya??

Jika kita terlahir sebagai seorang budak, mempunyai 1 tuan itu lebih menyenangkan. Tak perlu dibuat bingung dengan tuan-tuan yang lain. Cukup berpaling ke sang tuan dan melihat reaksi yang akan ia berikan. Anggukan atau gelengan. Melangkah atau berhenti.
Reaksi yang lain, irrelevant.
Bukankah begitu, seharusnya??

Lalu, kenapa masih harus memberatkan langkah dengan kesemuanya??
Lepaskan, murnikan, sucikan. Untuk Allah saja, semuanya…
Bisa??

“Obey Allah. Live your life. Love yourself. Love others. If people don’t like it, oh well. Just keep going.”

 

Dua idealisme berlawanan jalan, dalam satu diri. Pada akhirnya, harus dipilih salah satu kan. Yang paling menenangkan, yang paling diridhoiNya.

Yang mana??
Tanyakan padaNya…
Karena Dia tahu, mana yang masih banyak terkandung anasir dunia di dalamnya.
Karena Dia tahu, kebaikan yang ada di depan sana.

Karena Dia pun kuasa, untuk membuatmu mampu mengiringkan keduanya.

Tradeoff kehidupan…

Dua hari ini, seruangan dengannya. Seorang difabel dengan karakternya yang selalu terlihat lively. Untuk mengerjakan soal, ia perlu bantuan seorang panitia. Si bapak duduk disampingnya. Ia akan memberitahu si bapak jawabannya, dan si bapak akan melingkarinya di lembar jawaban.
-Seperti Stephen Hawking dengan ALS nya, mungkin.-

Melihat semangatnya, kemudian terpikir,
‘Tak malu kah, dengan semua pemberianNya yang tanpa cacat tapi tak pernah maksimal digunakan. Sedang ia, dengan keterbatasannya, dengan penuh percaya dirinya melangkah menggapai citanya.’

Semua titipanNya ini, akan ditanya penggunaannya. Akankah ia menjadi kebaikan yang mengalir meski jasadnya sudah tak berupa lagi. Atau ia hanya akan terhenti ketika ruh dicabut nanti. Atau ia hanya serupa onggokan yang sudah mati meski ruh masih ada di dalam diri. ??

Lalu, tersadarkanlah satu hal lagi. Masih terlalu seringnya berkutat dengan diri sendiri. Hingga dengan sekeliling pun menjadi kurang peduli. Masih ada banyak berserakan hal diluar diri yang bisa disapu dan dikumpulkan kemudian diproses daur ulang dan diberikan lagi untuk sekitar.

Semoga Allah selalu buka kan, hikmah yang tertutup…
Semoga Allah gerak kan, apa-apa yang belum juga beranjak…

78: 12-16

Tujuh langit yang kokoh dibangunNya. Pada langit terendah, dijadikanNya sebuah pelita yang terang benderang. DiturunkanNya air hujan dari segumpal awan. Air langit menumbuhkan apa-apa yang ada dalam bumi. Biji-bijian, tanam-tanaman, dan kebun-kebun yang rindang.

Bukankah lebih mudah menambah strip vertikal pada tanda (-) hingga menjadi (+) dibanding harus menghapus strip vertikal pada tanda (+) hingga menjadi (-)

#magrib
#soreBerkabut

Deja vu ketika berkutat dengan kertas dan pena di sebuah kamar berjendela kecil di turangga dan kamar nan sempit di meadow green.

Pada akhirnya, kehidupan seluruhnya adalah perjuangan.
Istirahat??
Nanti di surga saja. Itu pun jika kakimu mampu menapaknya. Karena ketakutan terbesar itu dari dulu selalu sama. Apakah ini semua akan berbalas surgaNya??

Asar, Kak~

Asar, Kak~

~ junk over nothing
Hanya, menemukan kembali kesenangan bermain dengan angka dan logika. Kesenangan yang sama sedari mengenal matematika.
Hanya, tak ingin lagi mengecewakan mereka yang menyayangi sepenuh jiwa.
Hanya, pengen balik ngejunk lagi bareng si bloggie karena bosan sama bang tweeto..heu..

Sesungguhnya Aku Bersama HambaKu yang Mengingat dan Bibirnya Menyebut Aku

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama dengan hambaKu selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak menyebutkanKu.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah, al Hakim, dan Ahmad. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1906)

img-20160925-wa0007

Penjelasan Hadits
Dzikir merupakan amalan ibadah yang sangat ringan namun pahalanya sangat besar, sebagaimana Nabi bersabda bahwa ada 2 kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan amal sholih serta dicintai Allah, yaitu:
-) “subhanallahi wa bi hamdihi”
-) “subhanallahil ‘azhim”

Continue reading

Sebarkan Salam, Beri Makan, dan Jadilah Saudara

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebarkanlah salam, berilah makan, dan jadilah kalian bersaudara sebagaimana Allah perintahkan.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1089)

wp-1488297211289.jpeg

Penjelasan Hadits
Islam adalah agama yang memerintahkan kepada para umatnya untuk saling berbuat kebaikan terhadap sesama manusia, sehingga tumbuh rasa cinta dan solidaritas di tengah-tengah mereka. Diantara amal perbuatan kebaikan yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah di atas, yaitu: Continue reading

Memperbanyak Istighfar

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abdullah bin Busr radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keberuntungan di surga bagi siapa saja yang banyak mendapati istighfar dalam buku catatan amalnya.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahiihul Jaami’ no 3930)

img-20160921-wa0004

Penjelasan Hadits
Hadits ini berisi anjuran untuk memperbanyak istighfar agar tergolong sebagai orang-orang yang beruntung pada hari kiamat kelak. Ia amat beruntung karena mendapati catatan amal shalehnya -khususnya istighfar- lebih banyak ketimbang amal buruknya. Hadits di atas juga menjadi dalil bahwa terdapat malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amal perbuatan seseorang. Allah Ta’ala berfirman,
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS Al Infithar: 10-12]

Continue reading

A-L-L-A-H

Ketika hati terlalu gelap untuk membaca untaian ayat penyejuk jiwaNya yang teramat panjang, atau sekedar melafadzkan dzikir-dzikir singkat, maka sebut saja namaNya sebanyak-banyaknya. Maka Dia akan hadir, menyibak tirai pekat jiwa dengan hangat cahayaNya.

A, mengucapkannya dengan benar akan terlepas dari penyakit pernapasan
L, mengucapkannya dengan benar sesuai logat Arab akan timbul perasaan istirahat dan rileks
H, mengucapkannya dengan benar akan menciptakan kontak antara hati dan pernapasan serta menjaga jantung tetap sehat

Karena, akan selalu ada Engkau dalam setiap perjalanan menuju perjumpaan denganMu..